Banyuwangi, seblang.com – Dalam era globalisasi dan tumbuh kembangnya budaya transnasional serta gaya hidup masyarakat global, usaha menjaga, memelihara dan melestarikan adat istiadat dan seni budaya tradisional bukan pekerjaan yang mudah.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dan gencarnya serbuan budaya asing terutama budaya barat yang masuk pada hampir semua sendi kehiduan masyarakat khususnya kalangan generasi muda, pelan tetapi pasti akan menggerus adat dan budaya tradisional yang ada masyarakat, termasuk Adat Tradisi dan Budaya Osing yang ada di Desa Olehsari Kecamatan Glagah Banyuwangi.
Menurut Joko Mukhlis, Kepala Desa (Kades) Olehsari, dalam upaya menjaga, memelihara dan melestarikan adat budaya Osing yang ada di wilayahnya, pemerintah desa bersama dengan tokoh masyarakat, tokoh agama dan komunitas pelestari adat melakukan progam sosialisasi dan edukasi bagi generasi muda sejak usia dini.
“Dalam menjaga adat dan budaya di wilayah Olehsari, kami selalu melakukan sosialisasi kepada warga terkait kebiasaan-kebiasaan positif para leluhur dalam bidang pertanian, peternakan, perdagangan maupun dalam adat istiadat dan seni budaya,” jelas Kades Joko kepada wartawan media ini di Kampung Sukmo Ilang Desa Olehsari Kecamatan Glagah Banyuwangi pada Rabu (08/06/2022).
Kendala dilapangan yang dihadapi dalam menjaga dan melestarikan adat dan budaya Osing lanjut Alumni SMA Katolik Hikmah Mandala Banyuwangi itu terkadang adanya benturan adat istiadat dan paham dan keyakinan agama sebagian warga masyarakat sehingga terjadi tarik ulur.










