Wali Kota Mojokerto Dorong Sinergi KKMP dan SPPG untuk Perkuat Ekonomi Kerakyatan

by -7 Views
Wartawan: Harianto
Editor: Herry W. Sulaksono

Kota Mojokerto, seblang.com – Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, mendorong penguatan sinergi antara Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai langkah strategis dalam membangun ekonomi kerakyatan di tingkat kelurahan. Hal tersebut disampaikan saat sosialisasi bertajuk “Wujudkan Kesejahteraan Bersama, Memahami Peran dan Manfaat KKMP” di Kelurahan Gedongan, Kamis (9/4).

Dalam pengarahannya, Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita itu menyampaikan agar KKMP tidak hanya berfokus pada kebutuhan sembako, tetapi juga mulai menjalin kemitraan strategis, termasuk dengan SPPG. Melalui kerja sama tersebut, koperasi dapat mengambil peran dalam rantai pasok kebutuhan pangan dalam skala besar.

“SPPG ini kebutuhannya sangat besar. Jika satu dapur melayani 2.000 porsi per hari dengan belanja Rp8.000 per porsi, maka SPPG mengeluarkan sekitar Rp160 juta per hari untuk bahan makanan. Jika KKMP dapat mengambil 10–15 persen saja, itu sudah menjadi peluang omzet yang sangat besar,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa sinergi antara KKMP dan SPPG merupakan bagian dari amanah pemerintah pusat dalam membangun ekosistem ekonomi sirkular, di mana perputaran ekonomi terjadi di wilayah yang sama dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat.

Untuk itu, ia meminta camat dan lurah memfasilitasi kerja sama antarlembaga, termasuk pembagian peran antar-KKMP agar seluruh wilayah dapat merasakan manfaat secara merata.

“Tujuan utama program ini adalah membangun ekonomi kerakyatan yang kuat. Koperasi harus menjadi penggerak utama, bukan hanya ramai di awal, tetapi berkelanjutan dan terus berkembang,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa koperasi tidak lagi bergantung pada besarnya fisik usaha, melainkan pada kemampuan memanfaatkan sistem dan teknologi. Ia mencontohkan berbagai perusahaan berbasis digital yang mampu meraih omzet besar tanpa harus memiliki aset fisik yang besar.

“Urat nadi koperasi itu bukan dari besar kecilnya gerai, tetapi bagaimana sistemnya berjalan. Saat ini, dengan teknologi dan sistem perdagangan online, peluang meraih keuntungan terbuka lebar,” terangnya.

Ning Ita juga mengapresiasi perkembangan KKMP Gedongan yang menunjukkan peningkatan omzet signifikan. Jika pada 2025 omzet masih berada di angka Rp8 juta dalam beberapa bulan, kini dalam tiga bulan pertama sudah mencapai Rp24 juta.

Menurutnya, peningkatan tersebut perlu terus didorong dengan memperluas partisipasi masyarakat, baik sebagai anggota koperasi maupun sebagai konsumen. Ia juga menekankan pentingnya menjaga harga tetap kompetitif agar mampu bersaing dengan toko modern.

Di akhir arahannya, Ning Ita membuka ruang dialog dengan peserta sosialisasi guna menggali potensi lain yang dapat dikembangkan di Kelurahan Gedongan, khususnya dalam mendukung UMKM dan memperkuat unit usaha koperasi.

Melalui sinergi yang terbangun, Pemerintah Kota Mojokerto berharap ekonomi sirkular di tingkat kelurahan dapat berjalan optimal dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata. (hari)

iklan warung gazebo