Selain itu, strategi pengaturan arus juga dilakukan dengan menambah armada kapal serta menerapkan skema Tiba Bongkar Berangkat (TBB) untuk mempercepat proses bongkar muat.
General Manager ASDP Ketapang, Arief Eko, menyebutkan saat ini 33 kapal dioperasikan di lintasan Ketapang–Gilimanuk.
“Optimalisasi dermaga dan penerapan TBB menjadi kunci mempercepat layanan penyeberangan,” ujarnya.
Berdasarkan data ASDP, sekitar 52 persen kendaraan telah menyeberang ke Bali, sementara sisanya masih dalam antrean. Masa siaga pun diperpanjang hingga 5 April 2026 untuk mengantisipasi arus susulan seiring libur nasional awal April.
“Kami tetap siaga untuk memastikan pelayanan berjalan lancar hingga arus balik benar-benar selesai,” kata Arief.










