“Setelah niku nggih selesai. setelah doa kemudian bubar masing-masing lah. Setelah tanggal 12 Rabiul Awal biasanya kegiatan-kegiatan yang di musala-musala atau jamiah-jamiah atau di kelompok-kelompok masyarakat mengadakan secara mandiri,” ujar KH Marfu’ Ali.
Ketua MUI Kecamatan Glagah tersebut menambahkan umat Islam memperingati
Maulid Nabi dengan bermacam-macam bentuknya. Ada yang cuman serakalan tok, ada yang bentuk pengajian, ada yang akhir-akhir ini bentuk selawatan.
“Biasanya sampai di akhir bulan Rabiul Awal atau Maulid.Bahkan terkadang sampai lebih daripada itu,” imbuh KH Marfu’ Ali.
Dia menambahkan untuk mengisi tausiah
Kiai atau Ustadz penceramahnya kondisional.
Kalau yang umumnya yang tanggal 12 Rabiul Awal biasanya dari lokal saja. Ulama atau tokoh yang dituakan.
Materi yang disampaikan durasinya tidak terlalu lama.”Kalau terlalu lama nanti malah mboten konsentrasi mereka-mereka itu. Seperti tahun ini ya langsung doa selesai tanpa ceramah,” pungkas KH Marfu’ Ali.












