TPS3R Balak Banyuwangi Olah Sampah Jadi Bahan Bakar Pabrik

by -7 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono

Banyuwangi, seblang.com – Banyuwangi tak main-main dalam urusan sampah. Kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini kian serius mendorong pengolahan sampah sirkular berbasis teknologi. Salah satu yang paling menonjol adalah Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) Balak, Kecamatan Songgon.

Berdiri di atas lahan seluas 1,5 hektare, TPS3R Balak mampu mengolah sampah hingga 84 ton per hari. Bukan sekadar menampung, fasilitas ini mengubah sampah rumah tangga menjadi produk bernilai guna, bahkan bahan bakar industri.

Pengolahan dilakukan secara modern, mulai dari pemilahan, pengolahan sampah organik dan anorganik, hingga mengonversi sisa sampah menjadi bahan bakar alternatif atau refuse derived fuel (RDF).

“Pengelolaan sampah di TPS3R Balak dirancang agar sampah rumah tangga tertangani secara efektif, dari sumber hingga pemrosesan akhir,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi, Dwi Handayani, Minggu (8/2/2026).

Menurut perempuan yang akrab disapa Yani itu, pemanfaatan teknologi mampu menekan residu dan menghilangkan bau. Pengambilan sampah dilakukan secara rutin oleh petugas yang berkeliling kampung setiap hari.

Saat ini, TPS3R Balak melayani 64 desa di 10 kecamatan di Kabupaten Banyuwangi. Sebanyak 120 pekerja, seluruhnya warga sekitar, terlibat langsung dalam operasional fasilitas tersebut.

“Semua sampah dipilah menggunakan mesin konveyor, antara organik dan anorganik,” jelas Yani.

Sampah nonorganik bernilai ekonomi, seperti botol dan gelas plastik, kertas, serta dupleks, dipres lalu dikirim ke pabrik daur ulang. Sementara plastik sachet dan material nonorganik yang tak bernilai jual diolah menjadi RDF.

“Sudah puluhan ton RDF dari TPS3R Balak dikirim ke Gresik sebagai bahan bakar industri semen,” ungkapnya.

Adapun sampah organik diolah menjadi kompos dengan metode windrow composting. Air lindi hasil pengolahan ditangani melalui instalasi pengolahan air limbah (IPAL) agar tidak mencemari lingkungan.

“Pengelolaan di TPS3R ini tanpa residu menginap. Jika ada sisa, langsung dibawa ke TPA,” tegas Yani.

Ke depan, Pemkab Banyuwangi berencana membangun TPS3R baru di kawasan Sobo. Fasilitas ini akan berdiri di atas lahan seluas 1,8 hektare dengan kapasitas pengolahan 45 ton sampah per hari.

“Secara kapasitas memang lebih kecil karena hanya melayani Kecamatan Banyuwangi, tetapi lahannya lebih luas,” jelasnya.

Selain pembangunan TPS3R, pemkab juga menyiapkan infrastruktur pendukung seperti drainase dan perbaikan jalan demi kenyamanan warga sekitar.

Manfaat TPS3R Balak dirasakan langsung masyarakat. Kikit, warga Desa Balak, mengaku kini warga terbiasa memilah sampah sejak dari rumah.

“Dulu sampah dibakar. Sekarang dipilah. Iurannya juga terjangkau, Rp10 ribu per bulan. Soal bau jarang sekali, dan kalau ada langsung ditangani petugas,” katanya.

Menurutnya, pengelolaan sampah di TPS3R Balak bersih dan rapi sehingga tidak mengganggu aktivitas warga. (*)

iklan warung gazebo