Malang, seblang.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Malang mencatat capaian positif dalam upaya percepatan penurunan stunting. Berdasarkan hasil Bulan Timbang Februari 2026, prevalensi stunting di Kabupaten Malang berada pada angka 5,85 persen, turun 0,67 persen dibandingkan hasil Bulan Timbang Agustus 2025 yang mencapai 6,52 persen.
Data tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg. Wiyanto Wijoyo, Jumat (10/4/2026). Ia menegaskan bahwa tren penurunan ini menunjukkan kemajuan nyata dalam peningkatan status gizi balita di wilayah Kabupaten Malang.
“Berdasarkan hasil Bulan Timbang Februari 2026, prevalensi stunting di Kabupaten Malang tercatat 5,85 persen. Jika dibandingkan dengan hasil Bulan Timbang Agustus 2025 sebesar 6,52 persen, maka terjadi penurunan sebesar 0,67 persen,” ujar drg. Wiyanto Wijoyo.
Dalam rekapitulasi Bulan Timbang Februari 2026, jumlah balita yang ditimbang mencapai 140.137 anak. Angka tersebut dinilai cukup representatif untuk menggambarkan kondisi status gizi balita di Kabupaten Malang.
Selain indikator stunting, Dinas Kesehatan juga mencatat angka wasting sebesar 3,81 persen dan underweight sebesar 6,58 persen. Kedua indikator tersebut menjadi bagian penting dalam pemantauan kondisi gizi balita secara menyeluruh.
Secara definisi, wasting atau gizi kurang merupakan kondisi balita dengan berat badan menurut tinggi badan berada di bawah -2 standar deviasi (SD). Kondisi ini menunjukkan adanya kekurangan gizi akut yang berisiko menghambat pertumbuhan anak apabila tidak segera ditangani.
Sementara itu, underweight atau berat badan kurang adalah kondisi balita dengan berat badan menurut usia berada di bawah -2 standar deviasi (SD). Indikator ini mencerminkan adanya masalah gizi yang dapat bersifat kronis maupun akut.
“Pemantauan status gizi melalui Bulan Timbang menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan setiap balita mendapatkan intervensi yang tepat sejak dini, sehingga risiko stunting dapat ditekan secara berkelanjutan,” tegas drg. Wiyanto Wijoyo.
Program Bulan Timbang merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan melalui jaringan posyandu dan fasilitas kesehatan untuk memantau pertumbuhan balita secara berkala. Data yang diperoleh menjadi dasar perencanaan kebijakan dan langkah intervensi, baik yang bersifat spesifik seperti pemenuhan gizi, maupun intervensi sensitif seperti perbaikan sanitasi dan pola asuh.
Dinas Kesehatan Kabupaten Malang terus mendorong sinergi lintas sektor, mulai dari tenaga kesehatan, kader posyandu, pemerintah desa, hingga partisipasi masyarakat dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemenuhan gizi seimbang sejak masa kehamilan hingga usia balita.
Dengan capaian penurunan sebesar 0,67 persen, Pemerintah Kabupaten Malang optimistis target percepatan penurunan stunting dapat terus dicapai guna mewujudkan generasi yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing di masa depan./////////










