Bupati Ipuk mengapresiasi inovasi tersebut dan berharap dapat menjadi contoh bagi sekolah lain.
“Ini sangat bagus. Anak-anak sudah belajar mengelola sampah dengan benar dan menghasilkan produk yang bermanfaat. Tinggal dikembangkan agar lebih optimal dan berkelanjutan,” ujar Ipuk.
Ia menambahkan, konsep ini bisa direplikasi sekolah lain dengan menyesuaikan kondisi masing-masing.
Selain inovasi pengelolaan sampah, SMPN 3 Banyuwangi juga dikenal sebagai sekolah berprestasi dengan raihan penghargaan Adiwiyata Mandiri, predikat tertinggi dalam program sekolah berbudaya lingkungan.
Kepala sekolah Holilik menambahkan, pihaknya juga mengintegrasikan edukasi Geopark Ijen dalam kurikulum pembelajaran. Sekolah dilengkapi fasilitas Geopark Corner, Duta Geopark, hingga modul khusus, serta pernah menerima kunjungan asesor UNESCO dan Badan Geologi.
“Ini bagian dari komitmen kami dalam pendidikan lingkungan yang berkelanjutan,” pungkasnya. (*)










