Pada penyelenggaraan perdana ini, BPF menghadirkan empat grup perkusi. Tiga di antaranya berasal dari Banyuwangi: Damar Art, Munsing (Musik Nada Using), dan JEB (Jiwa Etnik Banyuwangi). Ketiganya digerakkan seniman muda lulusan kampus seni yang akan mengeksplorasi komposisi etnik dengan sentuhan modern, kolaborasi lintas genre, dan penampilan bersama penyanyi lokal.
“Di tangan mereka, musik etnik Banyuwangi bakal terdengar lebih modern tanpa kehilangan rasa tradisionalnya,” ujar Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Banyuwangi, Budi Santoso.
Selain grup lokal, festival ini juga menghadirkan grup tamu Ethno Ensamble dari Solo, yang beranggotakan mahasiswa dan alumni etnomusikologi ISI Surakarta. Mereka akan membawakan komposisi perpaduan berbagai alat perkusi Nusantara serta berkolaborasi dengan mahasiswa ISI Banyuwangi.
“Mereka hadir untuk memperkaya wawasan musik perkusi generasi muda sekaligus memberi warna baru bagi penonton,” tambah Budi.
Saksikan Banyuwangi Percussion Festival dan rasakan langsung energi musik Perkusi Using dalam balutan tradisi dan modernisasi.//////////









