“Tangan pemerintah tentu terbatas. Karena itu, partisipasi aktif masyarakat seperti ini sangat penting. Ketika masyarakat guyub, saling membantu dan peduli, tentu banyak persoalan yang bisa diselesaikan bersama,” imbuhnya.
Kepala Desa Kembiritan Sukamto mengatakan Endog-Endogan telah menjadi bagian dari kehidupan warga selama hampir tiga dekade.
“Tradisi ini diwariskan oleh para leluhur kami sejak 28 tahun lalu. Awalnya, perarakan kembang telur atau endog-endogan hanya dilakukan dengan berjalan kaki dan menggunakan becak roda tiga yang diusung warga RT/RW,” jelas Sukamto.
Menurutnya, tradisi tersebut terus berkembang. Keterlibatan masyarakat kini semakin luas dan melibatkan berbagai kelompok.
“Sekarang perkembangannya luar biasa. Hampir seluruh lembaga pendidikan, yayasan, dan kelompok masyarakat ikut terlibat di tradisi besar ini. Hal ini menunjukkan bahwa Endog-Endogan sudah menjadi milik bersama masyarakat Kembiritan,” ujarnya.
Pawai dimulai pukul 06.30 WIB dan dijadwalkan berlangsung hingga pukul 09.30 WIB.
Dalam tiga tahun terakhir, Endog-Endogan Kembiritan juga masuk kalender agenda wisata tahunan Banyuwangi Attractions.












