Rutinitas cuci darah selama bertahun-tahun juga mempertemukannya dengan pasien lain yang memiliki perjuangan serupa. Kebersamaan tersebut menjadi salah satu sumber semangat bagi Iswati untuk terus menjalani pengobatan.
“Kalau sudah waktunya cuci darah, sekarang rasanya bukan hanya datang untuk berobat. Saya juga bisa bertemu dengan teman-teman seperjuangan yang sama-sama menjalani cuci darah. Kami bisa saling menyemangati. Petugas medis di rumah sakit juga memberikan dukungan yang baik, sehingga saya merasa lebih tenang dan tidak merasa sendirian menghadapi kondisi ini,” tuturnya.
Adanya jaminan kesehatan dari BPJS Kesehatan membuat Iswati dapat menjalani pengobatan tanpa harus menanggung sendiri biaya pelayanan yang dijamin dalam Program JKN. Ia mengaku bersyukur karena selama menjalani perawatan, dirinya tidak dibebani biaya tambahan untuk pelayanan yang dijamin sesuai ketentuan.
“Saya sangat berterima kasih kepada BPJS Kesehatan. Kalau tidak ada BPJS Kesehatan, mungkin saya tidak bisa menjalani pengobatan seperti sekarang dengan lebih tenang. Selama perawatan, semuanya ditanggung sesuai ketentuan, dan saya tidak mengeluarkan biaya tambahan untuk pelayanan yang dijamin. Alhamdulillah, saya bisa tetap menjalani aktivitas dan menjaga kondisi tubuh dengan baik,” ujarnya.
Pengalaman Iswati menjadi gambaran pentingnya perlindungan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan pengobatan jangka panjang. Program JKN hadir untuk membantu peserta memperoleh akses pelayanan kesehatan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku, sehingga mereka dapat lebih fokus menjalani perawatan.
Iswati berharap semakin banyak masyarakat yang menyadari pentingnya memiliki kepesertaan JKN yang aktif. Ia juga berharap pengalamannya dapat menjadi penyemangat bagi pasien lain yang tengah berjuang menghadapi penyakit serupa.
“Saya berharap semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya memiliki kepesertaan JKN yang aktif. Bagi saya, menjalani cuci darah selama kurang lebih 10 tahun bukanlah perjalanan yang mudah. Saya bersyukur bisa terus menjalani pengobatan dan beraktivitas dengan baik. Semoga pengalaman saya ini bisa menjadi penyemangat bagi pasien lain untuk tidak menyerah dan tetap optimistis dalam menjalani pengobatan,” ungkap Iswati. (ris)












