Mojokerto, seblang.com – Perjuangan menjaga kesehatan dan mempertahankan kualitas hidup telah dijalani Iswati (45) selama 10 tahun terakhir. Ia harus menjalani terapi cuci darah atau hemodialisis secara rutin untuk menangani penyakit gagal ginjal yang dideritanya.
Dalam perjalanan panjang tersebut, Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan BPJS Kesehatan menjadi salah satu bentuk perlindungan kesehatan yang membantu Iswati menjalani pengobatan sesuai ketentuan yang berlaku.
Iswati menceritakan, perjalanan pengobatannya bermula ketika dirinya menjalani pemeriksaan kesehatan dan didiagnosis mengalami tekanan darah tinggi. Seiring waktu, kondisinya berkembang hingga ia dinyatakan mengalami gagal ginjal dan harus menjalani hemodialisis secara rutin.
Diagnosis tersebut menjadi kabar yang mengejutkan baginya. Terlebih, saat itu usianya masih tergolong muda.
“Awalnya saya kaget sekali, karena usia saya masih cukup muda, tetapi sudah harus menghadapi penyakit gagal ginjal dan menjalani cuci darah. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya kalau saya harus menjalani pengobatan rutin seperti ini,” ungkap Iswati saat ditemui di RS Gatoel, Kota Mojokerto, Kamis (8/10/2026), ketika menjalani terapi cuci darah.
Selama menjalani pengobatan, Iswati mengaku mendapatkan pelayanan yang baik dari tenaga medis di RS Gatoel. Ia juga merasakan manfaat Program JKN yang memberikan jaminan pembiayaan pelayanan kesehatan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.
Baginya, menjalani hemodialisis bukan sekadar proses pengobatan untuk menjaga kondisi tubuh, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan hidup yang mengajarkannya untuk tetap kuat dan bersemangat.












