“Di tahun 2025 tidak ada sektor lapangan pekerjaan yang mengalami kontraksi di Banyuwangi, semuanya tumbuh,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Banyuwangi Ferdy Elfian menilai capaian tersebut tidak lepas dari kebijakan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang tepat dalam menggerakkan sektor ekonomi.
“Kebijakan Bupati Ipuk menjadikan pariwisata sebagai payung besar atau penggerak utama ekonomi daerah dengan fokus pada pariwisata berkelanjutan dan berbasis komunitas, seperti desa wisata, sangat tepat,” ujar Ferdy.
Menurutnya, dampak dari kebijakan tersebut terlihat dari meningkatnya kunjungan wisatawan yang turut menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya generasi muda di desa.
“Hasilnya, kunjungan wisata terus naik. Banyak anak muda di desa yang terlibat di sektor pariwisata. Kebijakan ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Banyuwangi,” tambahnya.
Ferdy juga menyoroti perhatian pemerintah daerah terhadap sektor pertanian, terutama dalam mendorong keterlibatan generasi muda melalui berbagai program seperti Jagoan Tani.
“Saat ini banyak anak muda Banyuwangi yang mulai tertarik terjun ke dunia pertanian beserta sektor turunannya,” tandasnya. (*)










