“Ada 1.500 penerima manfaat, kemudian yang mengalami keluhan ada 27 dengan kondisi baik dan 15 dibawa ke puskesmas. Saat ini sembilan siswa masih berada di puskesmas dengan gejala mual dan muntah,” kata Dyan.
Pihak Dinas Kesehatan belum dapat memastikan penyebab pasti. Petugas telah mengamankan sejumlah sampel untuk diperiksa di laboratorium guna mengetahui sumber masalahnya.
“Sampel muntahan dan sisa menu sudah kami ambil untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium, termasuk ayam bumbu kacang dan acar. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium,” jelas Dyan.
Sebagai langkah antisipasi untuk mencegah munculnya korban baru, distribusi MBG pada Rabu pagi ditarik kembali oleh pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Penarikan dilakukan sambil menunggu hasil uji laboratorium yang diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti keracunan ini.
Pihak sekolah dan orang tua diminta tetap waspada dan segera melaporkan setiap keluhan kesehatan ke pihak berwenang. Hasil laboratorium diharapkan segera memberikan kejelasan bagi seluruh pihak terkait. (har)












