“Saya memang suka hal yang unik-unik, yang beda daripada yang lain. Festival Es Campur Indonesia ini terinspirasi dari es campur yang sering saya temui saat saya keliling dari desa ke desa,” kata Nurhadi.
Ia berharap es campur dapat diangkat menjadi salah satu ikon kuliner Kabupaten Blitar. Menurutnya, kuliner lokal seperti es campur memiliki peluang untuk dikembangkan sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.
Menariknya, lomba tersebut tidak hanya diikuti kalangan ibu-ibu. Sejumlah wartawan atau jurnalis juga ikut ambil bagian dan menunjukkan kreativitas mereka dalam meracik es campur.
Nurhadi mengaku sempat mencicipi hasil racikan peserta dari kalangan wartawan. Ia mengatakan bahwa para jurnalis ternyata tidak hanya piawai menulis berita, tetapi juga mampu meracik es campur.
“Selain piawai dalam menulis berita, ternyata juga piawai dalam meramu es campur,” ujarnya.
Melihat antusiasme peserta, Nurhadi membuka peluang kegiatan tersebut kembali digelar tahun depan. Ia bahkan membocorkan rencana mengadakan festival es campur di Kediri yang juga masuk dalam daerah pemilihannya.
Tak hanya festival, Nurhadi mengungkapkan es campur juga menjadi inspirasi untuk membuka unit usaha kuliner. Ia berencana membuka restoran es campur di Blitar, Kediri dan Tulungagung yang nantinya diharapkan turut membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Di momentum HUT ke-81 RI, Nurhadi juga berharap pemerintah semakin sering hadir di tengah masyarakat dan melihat langsung kondisi di lapangan. Menurutnya, situasi ekonomi yang belum sepenuhnya baik membuat masyarakat lebih mudah merasakan dampak berbagai persoalan, sehingga kehadiran pemimpin secara langsung dinilai dapat membuat suasana lebih tenang. Ia mengatakan kegiatan sosial dan bertemu masyarakat memang telah menjadi bagian dari aktivitasnya bahkan sebelum menjadi anggota DPR RI.//////












