Kolaborasi dengan ITB tersebut juga melanjutkan dukungan yang sebelumnya diberikan dalam pengembangan Geopark Ijen.
Dekan SPITM ITB Prof. Ir. Wahyu Srigutomo mengatakan, sinergi antara ITB dan Pemkab Banyuwangi sebenarnya telah berlangsung cukup lama. Karena itu, pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperluas cakupan kerja sama.
“Sinergi antara ITB dan Pemkab Banyuwangi sebenarnya telah berlangsung cukup lama. Salah satunya dukungan ITB dalam pengembangan Geopark Ijen. Kehadiran kami ini untuk memperluas sinergi agar semakin kuat,” ujarnya.
Menurut Prof. Wahyu, Banyuwangi mempunyai kekayaan geologi, bentang alam, dan kultur yang dapat menjadi objek pengembangan riset multidisiplin.
ITB melihat Banyuwangi juga berpotensi menjadi living laboratory bagi mahasiswa dan dosen. Berbagai kondisi nyata di lapangan dapat menjadi ruang pembelajaran sekaligus penelitian.
“Dengan aset geologi dan budaya yang sangat kompleks, Banyuwangi bisa menjadi living laboratory pendidikan dan riset bagi para mahasiswa maupun dosen kami. Sebaliknya, riset yang dilakukan harapannya dapat membantu memberikan solusi atas permasalahan di daerah,” katanya.
Ia menambahkan, kekuatan Banyuwangi dan ITB dapat saling melengkapi. Banyuwangi memiliki potensi serta persoalan nyata yang membutuhkan solusi, sedangkan ITB memiliki teknologi, inovasi, dan peneliti yang dapat mendukung proses tersebut.
“Banyuwangi dengan kekhasan geologi dan kulturnya, sedangkan kami di ITB memiliki teknologi, inovasi serta para peneliti. Ini bisa dikolaborasikan sehingga bisa saling menguatkan,” kata Prof. Wahyu. (*)












