“Saya tidak tahu, tidak tahu juga berapa jumlahnya, karena penyampaiannya kesra kurang jelas, jadi yang saya usulkan ya RT dan RW saya, karena mereka kasian sudah berkerja namun tidak pernah menerima apa-apa,” tuturnya.
Sementara itu Kepala Seksi Kesejahteraan, Widodo, saat ditemui seblang.com di ruang kepala desa, ia mengatakan data nama-nama calon penerima AML ia peroleh dari dinas sosial (Dinsos) .
“Data-data itu saya terima langsung dari atas yaitu dinsos, kemudian kami kumpulkan para kepala dusun untuk men validasi para warganya, ” ungkapnya.
Perihal kenapa harus kerawat setempat yang jadi penerima bantuan alat masak berbasis listrik itu, ia mengaku karena tengat waktunya sedikit Deadline.
“Karena waktunya mepet mas, hanya dua hari bahkan saya sampai lembur, tidak mungkin juga mengakomodir atau menyampaikan ke seluruh warga masyarakat,” katanya.
Senada dengan Kepala seksi kesejahteraan, Kepala Desa Grajagan, Supriono mengatakan jika disampaikan kepada masyarakat Grajagan ini pasti tidak maksimal.
“Dengan wilayah Grajagan yang seluas dan jumlah masyarakat yang sebanyak ini, tentu program ini pasti tidak akan maksimal, jika disampaikan ke masyarakat,” katanya.////////












