Dalam penyerahan kali ini, lima OPD peraih nilai tertinggi mendapatkan rewards. Sebaliknya lima OPD dengan nilai terendah akan mendapatkan punishment, sebagai pelecut agar bisa berkinerja semakin baik.
“Sebagai rewards kami berikan tambahan 15 persen dari penerimaan TPP untuk lima OPD terbaik. Mohon maaf, kami juga terpaksa memberikan punishment untuk yang nilainya masih rendah, berupa 15 persen potongan TPP,” urai Ipuk.
Lima OPD peraih nilai terbaik pada penyerahan rapor kali ini antara lain, Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas PU CKPP, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Perikanan, dan Dinas Perhubungan.
Untuk tahap awal, penilaian terhadap OPD dilakukan oleh tim internal Pemkab Banyuwangi. “Ke depan kita akan libatkan tim independen,” imbuhnya.
Ipuk berharap diberlakukannya rapor kinerja bisa mengubah budaya kerja lama. “Sinergi dan kolaborasi jangan hanya dijalin antar OPD, tapi di internal OPD juga harus diperkuat. Atasan jangan hanya mendisposisi bawahan, tapi harus lebih sering turun dan mengecek pekerjaannya,” ucap Ipuk.
Ipuk meminta agar setiap OPD menerima secara bijak hasil rapor kinerjanya. “Apapun hasil yang diterima, jadikan ini sebagai bahan introspeksi ke dalam. Yang sudah baik terus diperkuat kinerja, jangan lantas mudah berpuas diri. Bagi yang masih rendah, jadikan ini pemicu motivasi untuk memperbaiki kinerja. Terlepas dari itu, kami sangat berterimakasih dan mengapresiasi kinerja seluruh OPD. Mari kita terus bahu membahu membangun Banyuwangi semakin maju dan sejahtera,” tutur Ipuk. (*)












