MUI Jatim dan LDII Tanam 1.000 Mangrove dan Lepas 50 Tukik di Banyuwangi, Ketum MUI: Jangan Menunda Kebaikan

by -12 Views
Wartawan: Ali Sam'ani
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi

“Menanam mangrove bukan sekadar menanam pohon, tetapi investasi ekologis untuk menjaga garis pantai, melindungi keanekaragaman hayati, dan memperkuat ketahanan masyarakat pesisir,” ujarnya.

Amrodji juga melihat kemampuan mangrove dalam menyerap karbon memiliki nilai strategis dalam menghadapi perubahan iklim. Bahkan, menurutnya, potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi bagian dari ekonomi lingkungan melalui perdagangan karbon atau carbon trading.



Ia mengingatkan agar gerakan penghijauan tidak berhenti setelah bibit ditanam. Perawatan dan pengawasan harus dilakukan secara berkelanjutan agar tanaman dapat tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

“Tidak cukup hanya menanam. Mangrove harus dirawat dan dijaga agar tumbuh serta memberikan manfaat dalam jangka panjang. Ini bentuk nyata ikhtiar kita menjaga lingkungan dan masa depan generasi mendatang,” tegasnya.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melalui Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuwangi Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Suratno, S.Pd., M.Pd., menilai pelestarian mangrove dan penyu merupakan bagian penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

Menurut Suratno, keberadaan mangrove dapat membantu mengurangi risiko abrasi sekaligus menjaga kawasan pesisir tetap memiliki fungsi ekologis.

“Terima kasih LDII. Melestarikan mangrove dan penyu hari ini berarti menjaga keberlangsungan ekosistem pesisir dan memastikan generasi mendatang tetap menikmati kekayaan alam Indonesia,” katanya.

Ia menegaskan, upaya menjaga lingkungan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri sehingga diperlukan sinergi dengan organisasi kemasyarakatan, komunitas, lembaga keagamaan, dan masyarakat.

Semangat tandang bareng, lanjutnya, menjadi salah satu kekuatan dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan.

Suratno berharap aksi tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Bibit mangrove yang telah ditanam harus dipelihara dan diawasi agar dapat tumbuh dengan baik.

Dari sisi penyelenggara, Ketua DPD LDII Kabupaten Banyuwangi Ir. Heri Sujatmiko, M.T., IPM., menyampaikan apresiasi atas keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut.

Ia mengatakan penanaman mangrove, pelepasan tukik, aksi bersih pantai, dan layanan kesehatan gratis menjadi bagian dari komitmen LDII untuk ikut berkontribusi dalam menjaga lingkungan sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Kami bersyukur kegiatan pelestarian lingkungan dan pelayanan kesehatan ini berjalan lancar. Pelepasan tukik ini diharapkan dapat membantu meningkatkan populasi penyu yang semakin terancam. Sementara layanan kesehatan gratis diharapkan membantu masyarakat melakukan deteksi dini terhadap kondisi kesehatannya,” ujarnya.

Heri menambahkan, mangrove dan penyu memiliki keterkaitan penting dengan keseimbangan ekosistem pesisir dan laut. Karena itu, upaya pelestariannya perlu dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

Menurutnya, kepedulian terhadap masyarakat juga perlu diwujudkan melalui kegiatan promotif dan preventif di bidang kesehatan.

Kegiatan di Pantai Cemara tersebut dihadiri Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuwangi Suratno, S.Pd., M.Pd., Ketua DPW LDII Jawa Timur KH Moch. Amrodji Konawi beserta jajaran pengurus harian DPW LDII Jawa Timur, Ketua Umum MUI Jawa Timur Prof. Dr. KH Abd. Halim Soebahar, M.A., serta Sekretaris MUI Banyuwangi Barur Rohim, S.Pd.I.

Turut hadir perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kelautan, MUI, PCNU, PD Muhammadiyah, PC Al-Irsyad Al-Islamiyyah Banyuwangi, dan berbagai elemen masyarakat.//////////

iklan warung gazebo