“Perumahan ini adalah indikator penting keadilan sosial. Dengan rumah murah dan bersubsidi, angka kemiskinan otomatis akan menurun. Jangan dikira semua ASN, TNI, dan Polri sudah punya rumah, kenyataannya banyak yang belum memiliki,” tegasnya.
Mendagri juga mengapresiasi inovasi yang dilakukan Pemerintah Kota Malang dalam menghadirkan program perumahan bagi ASN dan MBR. Ia menilai, terobosan tersebut harus diperkuat dengan regulasi agar dapat diterapkan secara nasional.
“Terobosan kreatif yang dilakukan di Malang ini akan kita bahas di tingkat pusat supaya memiliki dasar hukum yang kuat. Ke depan, pemerintah daerah tidak boleh hanya menunggu dari pusat, tetapi harus berani membuat inovasi,” jelas Tito.
Di akhir kunjungannya, Tito berharap program perumahan murah dan bersubsidi bisa diperluas ke berbagai daerah sebagai upaya nyata menghadirkan hunian layak, sekaligus menekan angka kemiskinan di Indonesia.










