“Kami mengingatkan kemungkinan pelaksanaan Pemilu pada 14 Februari 2024 mendatang masih musim hujan. Sehingga sejak dini melakukan mitigasi dan antisipasi apabila terjadi hujan, angin dan petir. Bagaimanan dengan alokasi anggaran yang disiapkan negara bisa cukup dan kuat!,” imbuh Ari.
Komisioner KPU asal Genteng itu menambahkan dalam setiap TPS nantinya juga wajib disiapkan mesin pengganda atau printer. Karena nanti C hasil salinan tidak lagi menyalin tulis tangan satu persatu seperti Pemilu sebelumnya tetapi cukup digandakan dengan fasilitas yang ada.
Lebih lanjut dia mengungkapkan salahsatu kendala dalam pelaksanaan Pemilu 2024 adalah faktor cuaca karena masih dalam musim penghujan.
Kemudian yang lain terkait dengan edukasi terhadap pemilih yang sudah diupayakan maksimal tetapi dilapangan karena latar belakang pemilih yang tidak sama sehingga kemampuan dalam menerima edukasi yang dilakukan juga berbeda.
Apabila terjadi force mayor atau bencana alam, menurut Ari sesuai dengan regulasi sudah mengatur ada pemungutan suara ulang (PSU).”Tetapi apabila kondisi cuaca masih memungkinan proses yang terjadi di TPS berlanjut maka kita lanjutkan,” pungkasnya.////










