Selain kasus ktiminalitas, permasalahan sosial di obyek titik jemput penumpang juga mendapat masalah dengan opang ( ojek pangkalan), kalo tidak ada Polisi yang bersinergi dengan pihak pihak terkait dipastikan menjadi konflik yang sulit terselesaikan.
Lingga yang salah satu koordinator Ojol Grab Brotherblux menjelaskan deklarasi ini bentuk dukungan para OJOL kepada Polri di tengah turunnya citra korps Polri akibat ulah oknum.
Ia meminta masyarakat memahami kasus besar yang mencuat saat ini ulah segelintir oknum polisi.
“Itu hanya oknum ya dan saya percaya tidak semua polisi seperti itu. Masyarakat harus memahami itu,” tegasnya.
Lingga atas nama Ojol dimana di Magetan ada 8 Komunitas termasuk Grap Brotherblux Roda 2 dan 1 Komunitas MOT ( Magetan Online Transport) R4 mengapresiasi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang sudah menindak tegas oknum polisi yang bermasalah.
“Saya setuju itu dan oknum polisi yang merusak citra lembaga kepolisian harus diproses hukum,” jelasnya.
Para Ojol, lanjut Lingga berharap kasus-kasus serupa tidak terjadi di kota Wisata Magetan dengan gunung lawunya Sejauh ini, ia menilai situasi kamtibmas di daerahnya juga kondusif. Pihaknya juga mendukung semua langkah kepolisian sebagai pelindung, pengayom dan pelayanan masyarakat.
“Kami juga akan terus mendukung tugas kepolisian dalam penegakan hukum di negara ini,” tandasnya.(Humas)









