“Kami menyampaikan apresiasi kepada DPD LDII Banyuwangi dan Pemkab Banyuwangi yang sudah memfasilitasi kegiatan ini. Mulai dari koordinasi dengan pemerintah daerah, menyiapkan lokasi, hingga menggerakkan warga untuk ikut bersama-sama dalam kegiatan pelestarian lingkungan,” katanya.
KH Amrodji juga mendukung program “Resik” yang diinisiasi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melalui gerakan Banyuwangi ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
Menurutnya, semangat kebersamaan dan gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan sejalan dengan komitmen LDII dalam membangun kepedulian masyarakat terhadap kelestarian alam.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengawasan Dampak Lingkungan DLH Banyuwangi Rudianto, ST, mengapresiasi aksi LDII bersama para relawan. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan dampak nyata terhadap kebersihan kawasan Pantai Cemara.
“Ini adalah langkah konkret untuk mengurangi sampah di Banyuwangi, khususnya di wilayah pantai. Saya yakin wisatawan dan nelayan akan semakin nyaman beraktivitas, serta warga juga semakin sehat karena lingkungannya menjadi bersih,” ujar Rudi.
Alumni Universitas Brawijaya (UB) Malang tersebut mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Menurutnya, upaya pemerintah membersihkan lingkungan tidak akan maksimal apabila tidak diikuti perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.
“Sebesar apa pun usaha pemerintah daerah membersihkan sampah, kalau tidak ada perubahan budaya membuang sampah, maka akan percuma,” katanya.
Melalui gerakan Banyuwangi ASRI, Pemkab Banyuwangi berharap kesadaran menjaga kebersihan pesisir dapat tumbuh menjadi budaya masyarakat. Selain menjaga ekosistem laut, kebersihan Pantai Cemara diharapkan dapat memperkuat daya tarik wisata dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup masyarakat pesisir.












