Kemacetan Ketapang Banyuwangi Dinilai Kurang Mendapat Perhatian Pemerintah

by -44 Views
Wartawan: Nurhadi
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi

Banyuwangi, seblang.com – Kemacetan di kawasan Pelabuhan Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, yang kerap terjadi setiap tahun dinilai membutuhkan penanganan serius dari pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, serta PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).

Ketua Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Gratis Indonesia (Gapembi) Kabupaten Banyuwangi, H. Basir SA, M.Pd., menilai persoalan kemacetan di kawasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk sebenarnya memiliki sejumlah alternatif solusi apabila pemerintah bersama stakeholder terkait serius melakukan penanganan secara menyeluruh.



Menurut Basir, salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk mengatasi kemacetan sekaligus mengurangi dampaknya terhadap masyarakat adalah membangun jalan tembus atau jalur alternatif dari Kecamatan Wongsorejo menuju Kecamatan Kalipuro.

Alternatif lainnya, kata dia, adalah membangun kantong parkir kendaraan di wilayah utara dan selatan Banyuwangi. Untuk wilayah utara, salah satu lokasi yang dapat dipertimbangkan adalah kawasan Bangsring yang memiliki lahan PTPN. Sementara untuk kendaraan yang datang dari arah barat dan selatan, kantong parkir dapat disiapkan di wilayah Kecamatan Kabat.

“Sehingga dengan adanya kantong parkir di dua lokasi tersebut, perekonomian bisa bergerak dan tumbuh. Dengan catatan, mobil yang mau ke Bali diharuskan memiliki nomor antrean dari dua tempat tersebut,” ujar Basir kepada wartawan seblang.com, Sabtu (5/9/2026).

Tokoh berdarah Madura itu mengungkapkan, gagasan pembangunan jalur alternatif dan kantong parkir tersebut sebenarnya telah lama disampaikannya ketika masih menjadi anggota Badan Anggaran DPRD Banyuwangi.

“Terutama akses baru dari Kecamatan Wongsorejo menuju Kecamatan Kalipuro sehingga orang yang mau ke kota tidak terganggu dengan adanya macet yang terjadi di Pelabuhan Ketapang. Umpama tol selesai sampai Bulusan, menurut saya masih belum maksimal untuk mengurai kemacetan di Ketapang,” imbuh Basir.

Selain pembangunan jalur alternatif, Basir mendorong pemerintah menyiapkan kantong parkir di dua arah, yakni utara dan selatan. Sistem antrean, menurut dia, perlu diterapkan untuk mengendalikan kendaraan yang hendak menyeberang ke Bali.

“Kendaraan yang mau menyeberang ke Bali harus mengambil nomor antrean terlebih dahulu di dua kantong parkir yang disiapkan. Atau kantong parkir tersebut dikhususkan untuk mobil-mobil angkutan barang saja,” pungkasnya.///////

iklan warung gazebo