Ia mengungkapkan, kurang lebih ada ratusan hektare sawah yang diserang hama di wilayah tersebut. Serta tanaman padi yang ditanam rata-rata masih berumur sekitar 70-80 hari.
“Ini serangan hama pertama. Sebelumnya tidak pernah ada serangan seperti ini. Burung-burung emprit itu menyerang secara berkelompok. Mereka menghisap biji padi sampai kempes, sebagian gabah juga rontok,” ungkapnya.
“Sedangkan luasan sawahnya yang diserang hama kurang lebih 116 hektare. Kerugian belum kami taksir pasti, bisa sampai puluhan juta rupiah. Apalagi yang diserang, rata-rata umur tanaman padinya 70-80 harian,” kesalnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Jember Imam Sudarmaji mengaku masih mendalami informasi yang dikeluhkan petani.
“Kita pastikan dulu daerah mana saja yang terkena serangan hama burung emprit ini dan bentuk serangannya seperti apa,” ucap Imam.
Pihaknya akan meninjau langsung ke beberapa tempat yang terkena serangan hama. Serta nantinya akan mencarikan solusi, untuk mengatasi persoalan tersebut.
“Termasuk juga upaya dan cara, bagaimana membasmi hama-hama tersebut,” tandasnya.










