Jaga Harga Tetap Terjaga, Ipuk Turun Gunung Antisipasi Inflasi Jelang Ramadan

by -6 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W Sulaksono

Banyuwangi, seblang.com – Menjelang Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri, harga kebutuhan pokok hampir selalu ikut “naik puasa”. Pola tahunan ini tak ingin dibiarkan begitu saja oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) mulai memanaskan mesin pengendalian. Targetnya jelas: stok aman, harga tetap stabil, dan daya beli masyarakat terjaga.

“Selama Ramadan sejumlah bahan pangan berpotensi mengalami kenaikan harga. Karena itu harus ada langkah-langkah untuk menjaga stok dan stabilitas harga, menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi daerah,” kata Ipuk, Selasa (10/2/2026).

Ipuk menegaskan, intervensi tidak boleh menunggu harga melonjak. Semua harus dilakukan sejak dini. Pemkab bersama TPID diminta konsisten menjalankan strategi 4K: Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.

Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis pun diminta tidak berjalan sendiri-sendiri. Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan, misalnya, harus menggencarkan Operasi Pasar Murah (OPM) secara masif. Kolaborasi digalang bersama Bulog, Perpadi, dan Bank Indonesia Jember.

Tak hanya itu, 97 Toko Pengendali Inflasi Banyuwangi (Top Si Wangi) juga dioptimalkan sebagai penyangga harga di tingkat bawah.

“Pasar murah bisa menjaga keterjangkauan daya beli sekaligus memangkas jalur distribusi. Barang didatangkan langsung dari produsen atau Bulog ke konsumen. Jadi masyarakat bisa mendapatkan harga lebih terjangkau,” ujar Ipuk.

Di sisi hulu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertapang) diminta siaga penuh. Pengawasan ketersediaan bahan pangan, khususnya daging dan telur ayam ras, diperketat agar tidak terjadi lonjakan harga yang tak terkendali saat Ramadan.

“Dispertapang harus melakukan pengamanan stok dan pemantauan populasi. Kita pastikan surplus produksi dalam Neraca Pangan tetap terjaga di tingkat peternak lokal,” tegasnya.

Langkah pengamanan ini sebelumnya juga telah dibahas dalam rapat koordinasi High Level Meeting (HLM) yang digelar Jumat (30/1/2026). Rapat tersebut dihadiri Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Kepala BI Jember Iqbal Reza Nugraha, Forkopimda, Kepala Bulog Dwiana Puspitasari, perwakilan BPS dan KPPN, serta jajaran OPD dan pemangku kepentingan teknis TPID./////////

iklan warung gazebo

iklan warung gazebo