Menurutnya, Festival Anak Sholeh tidak semata-mata menjadi ajang untuk menentukan siapa yang terbaik dalam perlombaan. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang belajar bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi sekaligus membiasakan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Ipuk berharap, generasi muda Banyuwangi tumbuh dengan kemampuan intelektual yang baik, memiliki landasan iman yang kuat, serta mampu menghargai dan peduli terhadap orang lain.
“Karakter inilah yang ingin kita tanamkan kepada anak-anak sejak dini. Sehingga kelak mereka bisa tumbuh menjadi generasi hebat yang inklusif, yang tidak hanya hebat secara akal, namun juga kuat secara iman, memiliki hati nurani, serta kepedulian terhadap sesama,” tuturnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Alfian mengatakan, FAS 2026 diikuti 665 siswa dari sekolah negeri maupun swasta di seluruh wilayah Banyuwangi. Para peserta merupakan finalis yang telah melewati seleksi di tingkat kecamatan sesuai cabang lomba masing-masing.
“Para peserta tersebut merupakan finalis yang telah lolos seleksi di kecamatannya masing-masing, pada bidang lomba yang mereka ikuti,” jelas Alfian.
Terdapat tujuh cabang perlombaan dalam festival tersebut, yakni montase, hafalan surat pendek, pidato dai cilik (pildacil), kaligrafi, musabaqah tilawatil Quran (MTQ), musabaqah hifdzil Quran (MHQ), dan pidato Islami. Peserta dibagi dalam tiga kelompok jenjang pendidikan, yakni TK, SD, dan SMP.////////












