“Maka memang semua produk-produk, buah, dan sayur yang dijual di situ memang dipastikan dalam kualitas yang baik dan sehat, karena lab-nya besar sekali dan apa yang masuk langsung termonitor. Saya rasa, quality of life ini menjadi bagian yang ke depan kita harus mengarah ke sana,” lanjut Gubernur Khofifah.
Ia meyakini, dengan teknologi yang maju dan kualitas yang baik, pasar Jawa Timur akan semakin luas. Sehingga, masa depan produksi kopi dapat lebih baik.
“Saya ingin sampaikan, kalau kopi ini nanti setelah diproses, diolah dengan rempah-rempah, maka market-nya gede sekali. Apalagi kalau kita bisa ke Melbourne. Karena kalau Bondowoso ini Republik Kopi, di sana adalah Kota Kopi,” katanya.
Sementara itu, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid mengatakan bahwa ekspor internasional ini merupakan bukti nyata bahwa kerja keras, kolaborasi, dan komitmen seluruh pihak yang menguatkan citra Bondowoso sebagai Republik Kopi.
“Bondowoso berhasil menjadi daerah penghasil kopi spesialitas terbaik di Indonesia, yakni Kopi Arabica Java Ijen Raung. Dengan keunikan geografis dan iklimnya yang hadir di seluruh dunia melalui sertifikasi sebagai jaminan mutu,” ungkapnya.
Di kesempatan yang sama, Direktur Wijaya Coffee Gianto Wijaya Oe menjelaskan bahwa pihaknya akan mulai mengambil bibit kopi Geisha Panama yang merupakan kopi termahal tahun ini. Yang mana, lelangnya mencapai sekitar Rp 500 juta per kilo.
“Di sini, kita hanya main volume, padahal kita bisa untuk mengangkat kualitas ini. Jadi saya mohon untuk kedepannya, dengan adanya pola pikir dan pola kerja kita dengan penambahan nilai dengan sistem SOP yang kita standarisasi otomatis, turunnya ke masyarakat pertani dan yang merasakan merasakan keuntungannya dan hasilnya. Ayo kita bekerjasama untuk mengembangkan dan mengangkat nama branding Java Ijen Raung ini,” ujarnya.
Sebagai informasi, Jawa Timur juga memiliki lahan kopi seluas sekitar 122.623 hektare, yang tersebar dari lereng Ijen-Raung di Bondowoso, Jember, Banyuwangi, hingga Malang.
Bondowoso menjadi episentrum kualitas Kopi Java Ijen Raung yang secara spesifik memiliki potensi luar biasa pada varietas unggulan. Untuk jenis Arabika, luas tanam mencapai 10.133 hektare dengan produksi 5.235 ton. Sementara untuk Robusta, terdapat 4.564 hektare dengan produksi 3.004 ton.(*/ady)











