“Saya ingin menjadikan role model bagi sekolah-sekolah yang tidak hanya berada di bawah koordinasi Pemprov Jatim, melainkan PAUD, TK, SD, SMP, Sanawiyah, dan Aliyah sehingga terbangun upaya mewujudkan ketahanan pangan,” tuturnya.
Ketua Tim Adiwiyata sekaligus guru Bahasa Indonesia di SMAN 1 Dampit Kustiawati mengatakan, sebelum menjadi lahan pertanian, dulunya halaman sekolah ini merupakan tempat pembuangan sampah yang terbilang kumuh. Kemudian pada tahun 2024, kepala sekolah memiliki gagasan menyulap lahan tersebut menjadi SIKAP.
“Yang mengelola guru dan siswa dengan nama Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP),” ujarnya.
Hadirnya SIKAP membawa dampak berganda bagi kepala sekolah, guru, dan murid. Tidak sekadar menjadi pembelajaran bagi siswa untuk bercocok tanam serta memahami kebutuhan dasar hidup, tetapi juga mendukung program pemerintah mengenai ketahanan pangan.
“Ajang belajar untuk kami semua termasuk guru yang terus menerus belajar. Biasa pegang buku, sekarang pegang cangkul, menanam, mencabut rumput yang benar serta memupuk,” ungkapnya.
Lebih lanjut, selain sebagai bahan pembelajaran, hasil pertanian dijual untuk wali murid, para guru, serta masyarakat umum. Yang menarik tanaman disini semua menggunakan pupuk prganik.
“Kita menjual beberapa tanaman untuk memenuhi kebutuhan pasar seperti sere, blonceng, kacang. Insyaallah dengan membeli buah, sayur, dan pupuk masyarakat akan semakin sehat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Dampit Yudi Krisdianto mengucapkan terima kasih atas kunjungan Gubernur Khofifah yang berkenan meninjau SIKAP, setelah sebelumnya SMAN 1 Dampit saat SMA Award meraih juara 3 kategori program tersebut sebagai wujud mendidik guru dan siswa sekaligus mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan.
“Ada 300 jenis tanaman dan saya bersyukur Ibu Gubernur mengunjungi sekaligus melakukan panen blonceng, kacang panjang, kangkung, bayam Brazil, dan beberapa buah. Selain itu ada food garden hortikultura. Saya ucapkan terima kasih atas kunjungan Ibu Gubernur,” ungkapnya.
Setelah melakukan peninjauan, Gubernur Khofifah menyerahkan sepatu sekolah kepada 10 Siswa Afirmasi, bantuan sembako kepada 13 orang Tenaga Kebersihan dan Security, serta bantuan sarung, mukenah, dan sajadah kepada Takmir Masjid Fatahillah SMAN 1 Dampit.
Gubernur Khofifah juga memberikan bantuan pembangunan masjid SMAN 1 dampit sebesar Rp 50 juta yang diterima takmir masjid bersama kepala sekolah.
“Saya berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal agar pembangunan masjid di lingkungan sekolah ini dapat segera selesai sesuai harapan warga sekolah, kedepan masjid ini akan membentuk generasi berilmu yang beriman dan berakhlak mulia,” pungkasnya.(*/ady)











