Furnitur Jati Banyuwangi Tembus Pasar AS hingga Maladewa, Mendag Ingin Kuasai Dunia

by -35 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi

Gita menjelaskan kayu jati menjadi bahan utama dalam pembuatan furnitur. Produksi dilakukan berdasarkan pesanan sehingga desain maupun jumlah produk disesuaikan dengan permintaan pasar.

“Bahannya 90 persen kayu, 100 persen kayu jati. Ada material pendukung biasanya dari metal atau rotan,” jelasnya.



Melihat potensi tersebut, Mendag Budi menyatakan pemerintah akan terus mendorong pelaku industri furnitur untuk memperluas pasar ekspor. Menurutnya, Indonesia memiliki keunggulan dari sisi ketersediaan bahan baku seperti kayu jati dan rotan.

“Kita ingin ekspor furnitur kita merajai dunia. Apalagi produk yang bahannya dari rotan dan kayu jati,” ujarnya.

Kementerian Perdagangan juga menyiapkan pameran khusus furnitur di Jakarta pada Oktober mendatang. Para eksportir furnitur akan didorong mengikuti pameran tersebut untuk mempertemukan produsen Indonesia dengan calon pembeli dari berbagai negara.

Dukungan ekspor tidak hanya diarahkan kepada perusahaan yang telah memiliki pasar internasional. Pemerintah juga membuka peluang bagi UMKM Banyuwangi yang memiliki produk potensial tetapi belum mampu menembus pasar global.

“Kami akan menghubungkan UMKM dengan jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di 33 negara, termasuk Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC),” pungkas Mendag./////////

iklan warung gazebo