Festival Mainan Tradisional Meriahkan Hari Anak Nasional di Banyuwangi, Pemkab Dorong Anak Kurangi Gadget

by -15 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono

Banyuwangi, seblang.com – Ribuan anak memadati Ruang Terbuka Hijau (RTH) Maron, Genteng, Banyuwangi, Sabtu (26/7/2025), dalam Festival Memengan (Mainan) Tradisional yang digelar Pemkab Banyuwangi untuk memperingati Hari Anak Nasional.

Festival yang diikuti hampir seribu siswa ini menjadi ajang kampanye untuk mendorong anak-anak lebih aktif secara fisik melalui permainan tradisional. Kegiatan ini mengangkat tema “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”, yang mencakup kebiasaan positif seperti bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat, belajar, bermasyarakat, dan tidur tepat waktu.

Suasana festival berlangsung meriah. Ratusan anak tampak antusias memainkan berbagai permainan tradisional seperti egrang batok, egrang bambu, dan terompah.

“Seru banget main terompah bareng teman-teman. Kuncinya harus kompak,” ujar Luna, siswi SDN 1 Jambesari.

Kemeriahan makin terasa saat para peserta melakukan defile budaya dengan membawa tema permainan khas anak-anak tempo dulu. Mereka menampilkan berbagai permainan seperti balap pelek, balap complong, lompat tali, bedil-bedilan, hula hoop, jaranan, gamelan, kapal-kapalan, hingga terompet.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan kekhawatirannya terhadap menurunnya aktivitas fisik anak di tengah maraknya penggunaan gadget. Ia mengutip data dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bahwa lebih dari dua juta anak di Indonesia aktif bermain gim daring.

“Digitalisasi tak bisa dihindari, tapi harus diimbangi dengan penguatan karakter dan budaya lokal. Jangan sampai anak kita hanya akrab dengan gim digital, tapi lupa dengan akar budayanya,” ujar Ipuk.

iklan warung gazebo

iklan warung gazebo