Fenomena Gen Z di Banyuwangi Tak Tertarik Dunia Kerja Formal, Ini Kata Kadisnakertransperin

by -0 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W Sulaksono
Kepala Disnakertransperin Banyuwangi Drs. Wawan Yadmadi, M.Si

Banyuwangi, seblang.com – Pergeseran minat terhadap dunia kerja formal mulai terlihat di kalangan generasi muda Banyuwangi. Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Perindustrian Kabupaten Banyuwangi (Disnakertransperin) setempat menangkap adanya kecenderungan Gen Z yang kini tidak lagi menjadikan pekerjaan formal sebagai pilihan utama.

Kepala Disnakertransperin Banyuwangi Drs. Wawan Yadmadi, M.Si. mengungkapkan, kondisi tersebut terlihat dari rendahnya minat terhadap sejumlah lowongan kerja yang sebenarnya tersedia dalam jumlah besar.

“Bukan karena tidak ada pekerjaan. Lowongan itu ada, bahkan banyak. Tapi yang berminat masih sedikit,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Menurutnya, perusahaan secara rutin melaporkan kebutuhan tenaga kerja, termasuk membuka rekrutmen dalam jumlah besar. Namun, respons dari pencari kerja lokal, khususnya generasi muda, belum sebanding.

Ia mencontohkan salah satu perusahaan pembiayaan yang membuka kebutuhan hingga 150 sampai 200 tenaga kerja. Namun, jumlah pelamar yang masuk tidak sampai 20 orang.

Ini jadi gambaran bahwa ada perubahan pola pikir di kalangan anak muda,” katanya.

Wawan menilai, sebagian Gen Z kini lebih tertarik pada pekerjaan yang fleksibel, seperti menjadi konten kreator atau YouTuber, dibandingkan bekerja di sektor formal yang dinilai lebih menuntut.

“Mereka cenderung ingin pekerjaan yang santai, tapi dengan penghasilan tinggi,” ungkapnya.

Padahal, lanjutnya, pekerjaan formal tetap menawarkan berbagai keuntungan, mulai dari stabilitas kerja hingga peluang pengembangan karier.

Ia juga menegaskan, selama karyawan bekerja sesuai aturan, perusahaan umumnya memberikan jaminan keberlanjutan kerja tanpa pemutusan hubungan kerja (PHK), kecuali jika terjadi pelanggaran.

“Dari kesimpulan ini ternyata anak-anak Gen Z kita ini rata-rata gak mau kerja berat,” imbuhnya.

Fenomena ini menjadi perhatian Disnakertransperin Banyuwangi, mengingat kebutuhan tenaga kerja di sektor formal masih cukup tinggi dan membutuhkan keterlibatan tenaga kerja lokal.

“Saat ini kami berupaya memperkuat sosialisasi serta pendekatan kepada generasi muda, agar lebih memahami realitas dunia kerja dan mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri,” pungkasnya.

iklan warung gazebo