Avicenna mengapresiasi adanya dukungan pemerintah pusat maupun provinsi terhadap para petani kopi di Malang. Ia menyebut, selain ada peluang hibah luar negeri untuk petani, juga telah digulirkan bantuan bibit kopi Arabika untuk lahan 10 hektare dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada Kelompok Tani Sekar Tani 1 Desa Benjor, disertai pelatihan Pengendalian Hama Terpadu (PHT).
Sementara itu, Babinsa Koramil Tumpang, Sersab Mayor (Serma), Heri Purnomo, menjelaskan bahwa kegiatan penanaman kopi di kawasan Benjor juga bertujuan untuk menjaga keseimbangan alam.
“Tujuan utama kami menanam kopi di sini, selain ada pohon pinus, adalah untuk menahan air saat musim hujan agar tanah tidak longsor,” jelasnya.
Serma Heri menambahkan, tanaman kopi memiliki daya tahan panjang dan bisa menjadi bagian dari program penghijauan.
“Menanam kopi ini bisa bertahan hingga 50 tahun sebelum dilakukan penanaman kembali, jadi sekaligus sebagai bentuk reboisasi,” katanya.
Untuk hasil panen, Heri menyebutkan bahwa kopi Arabika di wilayah Benjor menghasilkan sekitar 1,5 ton per hektare sekali panen, sedangkan kopi Robusta bisa mencapai 3 ton per hektare.
“Kami ingin memberikan contoh kepada masyarakat agar memanfaatkan lahan kosong yang tidak terawat supaya bisa produktif dan bermanfaat,” pungkasnya.









