
“Produktivitas padi Kabupaten Malang saat ini mencapai sekitar 480 ribu ton. Dari jumlah tersebut, kebutuhan konsumsi masyarakat sekitar 400 ribu ton, sehingga masih terdapat surplus kurang lebih 80 ribu ton,” ujar Sanusi.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, TNI, organisasi petani, serta para petani di lapangan. Pemkab Malang, lanjutnya, terus mendorong inovasi pertanian dari sisi teknologi, metode tanam, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia petani.
“Saat ini rata-rata hasil panen berada di kisaran 7–8 ton per hektare. Jika inovasi yang kita dorong berhasil meningkatkan hasil hingga 12 ton per hektare, maka surplus beras Kabupaten Malang akan meningkat signifikan,” tegas Bupati yang akrab disapa Abah Sanusi.
Sementara itu, Ketua DPC HKTI Kabupaten Malang H. Makhrus Sholeh menyampaikan bahwa HKTI secara konsisten menjalin kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor pertanian, khususnya melalui pembinaan dan pendampingan petani.
“Kami terus memotivasi petani agar tidak berhenti berinovasi. Banyak praktik pertanian yang sukses di sejumlah kecamatan, bahkan di daerah lain, yang bisa kita pelajari dan terapkan di Kabupaten Malang,” jelasnya.
Ia menambahkan, pendekatan yang digunakan HKTI adalah metode ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi) sehingga inovasi pertanian dapat disesuaikan dengan kondisi lahan serta karakter petani lokal.
Makhrus juga menyebut Kabupaten Malang sebagai salah satu daerah dengan potensi pertanian terbesar di Jawa Timur.
“Kabupaten Malang masuk lima besar daerah surplus pangan di Jawa Timur, sementara Jawa Timur merupakan penopang utama pangan nasional. Ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi kita semua,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Malang, Danrem 083/Baladhika Jaya, serta jajaran pengurus DPC HKTI Kabupaten Malang juga mengikuti video conference arahan Presiden RI Prabowo Subianto, yang secara bersamaan memimpin Panen Raya Nasional di Karawang, Jawa Barat.
Arahan Presiden menegaskan pentingnya menjaga stabilitas produksi pangan, memperkuat peran petani, serta mempercepat modernisasi pertanian sebagai fondasi ketahanan nasional.
Kegiatan Panen Raya di Turen ini menjadi simbol kuat sinergi pemerintah daerah, TNI, dan organisasi petani dalam menjaga kedaulatan pangan, sekaligus memperkokoh posisi Kabupaten Malang sebagai salah satu lumbung pangan strategis di Indonesia.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Malang H. M. Sanusi, Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Kohir, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Budiar, Ketua DPC HKTI Kabupaten Malang H. Makhrus Sholeh, serta jajaran pejabat Pemkab Malang dan pengurus HKTI.////////////












