Lebih lanjut, Alexandrie menegaskan bahwa kesetaraan bagi penyandang disabilitas tidak cukup diwujudkan melalui wacana. Prinsip inklusivitas harus diterapkan secara nyata, baik dalam kebijakan maupun praktik kehidupan sehari-hari.
“Kesetaraan bagi disabilitas tak akan terwujud tanpa adanya inklusivitas. Di Yayasan PPDIS sendiri, prinsip ini telah terbangun secara internal sejak awal berdiri, baik dari komposisi pengurus disabilitas dan non-disabilitas, hingga pendekatan program kerja yang selalu mengedepankan pembauran,” tambahnya.
Ia berharap langkah Gibran menawarkan fasilitas latihan di Istana Wapres dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun masyarakat luas untuk semakin memperkuat dukungan terhadap penyandang disabilitas.
Menurutnya, penyediaan ruang yang mendukung aktivitas dan kreativitas penyandang disabilitas merupakan bagian penting dalam membangun lingkungan yang inklusif. Dengan kesempatan dan fasilitas yang memadai, penyandang disabilitas dapat terus mengembangkan potensi serta berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat.
“Semoga semangat ini terus menyala, karena Indonesiaku adalah Indonesiamu juga. Mari kita rawat dan jaga bersama. Salam Inklusi,” pungkas Alexandrie.












