Banyuwangi, seblang.com – Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Reduce, Reuse, Recycle (TPST 3R), berkapasitas 84 ton per hari, di Kecamatan Songgon, bakal dimulai awal November tahun ini.
TPST tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas penanganan sampah di wilayah Songgon dan empat kecamatan lain di sekitarnya itu, merupakan kolaborasi Pemerintah Norwegia bersama Pemkab Banyuwangi.
“Kami sudah bertemu dengan pihak Systemiq membahas berbagai hal terkait progres program Banyuwangi Hijau. Salah satunya disampaikan pembangunan TPST di Songgon akan dilakukan awal bulan depan. Kita berharap semuanya berjalan lancar dan bisa selesai sesuai target,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, usai bertemu Program Director for Project Banyuwangi Hijau, Andre Kuncoroyekti, Senin (24/10/2022).
TPST ini dibangun di atas lahan seluas 1,5 hektar di Desa Balak, Kecamatan Songgon, yang nantinya akan menjangkau 5 kecamatan sekaligus, yakni Songgon, Rogojampi, Sempu Genteng, dan Singojuruh.
“Diperkirakan TPST mampu memproses sampah yang dihasilkan dari 54 ribu rumah atau 84 Ton per hari,” jelas Ipuk.
Bangunan TPST ini terdiri dari sejumlah bangunan utama. Meliputi area penimbangan, bongkar muat, pemilahan sampah, pengemasan dan pergudangan, penanganan residu, gudang kompos, serta area komposting.
“Terkait desain bangunannya kami minta agar tetap mengadopsi kearifan lokal. Identitas budaya Banyuwangi jangan sampai ditinggalkan. Zaman boleh berkembang, namun kearifan dan peradaban Banyuwangi tidak boleh terpinggirkan,” tutur Ipuk.












