4.524 Pramuka Santri Datangi An-Nur II Malang, PPSN VI Tekankan Antikekerasan dan Peduli Lingkungan

by -144 Views
Wartawan: Ahmad Suseno
Editor: Herry W. Sulaksono
Suasana pembukaan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI di Pondok Pesantren An Nur II Bululawang
aston banyuwangi

“Awalnya Kemenag pusat menunjuk Kabupaten Lumajang, kemudian alternatif kedua Jombang dan ketiga Mojokerto. Setelah panitia pusat PPSN VI sowan kepada Ibu Gubernur, An-Nur II menjadi pondok pesantren yang dinilai paling siap di Jawa Timur,” ungkap Khairuddin.

Kesiapan tersebut, lanjut dia, tidak muncul secara tiba-tiba. An-Nur II sebelumnya pernah dipersiapkan sebagai lokasi kegiatan kemah Ma’arif Malang Raya yang direncanakan PBNU melalui Ma’arif NU pada 2025. Meski kegiatan tersebut akhirnya batal, persiapan fasilitas yang telah dilakukan menjadi modal penting ketika pesantren ditunjuk sebagai tuan rumah PPSN VI.


“Dari persiapan itu otomatis kesiapan kami sudah ada, baik lokasi maupun fasilitas. Untuk kemah putra kami siapkan sekitar dua hektare, begitu juga untuk putri sekitar dua hektare,” jelasnya.

Kehadiran ribuan pramuka santri sekaligus menjadi kesempatan bagi An-Nur II untuk memperkenalkan lingkungan pesantren kepada peserta dari berbagai penjuru Indonesia.

Khairuddin berharap peserta tidak hanya membawa pengalaman berkemah setelah meninggalkan Malang, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai pendidikan pesantren yang mampu melahirkan generasi berkarakter dan memiliki daya saing.

“Harapan kami, seluruh santri dari pelosok negeri yang datang ke sini bisa melihat bahwa dari Pondok Pesantren An-Nur II ternyata bisa lahir generasi-generasi tangguh, berkarakter, cinta lingkungan dan memiliki daya saing global,” pungkasnya.

Basnang juga memberikan apresiasi terhadap An-Nur II sebagai tuan rumah, terutama karena konsep lingkungan pesantren yang mengedepankan kawasan hijau dan kelestarian alam.

Ia meminta nilai yang diperoleh peserta selama PPSN tidak berhenti di lokasi perkemahan. Pesan tersebut harus dibawa kembali ke pesantren, keluarga maupun lingkungan masyarakat masing-masing.

“Jadilah teladan dalam pencegahan kekerasan, di pesantren, di lingkungan, dan di tengah masyarakat,” pesan Basnang.

Dengan 4.524 peserta, PPSN VI 2026 di Kabupaten Malang menjadi ruang pertemuan pramuka santri dari berbagai daerah sekaligus wadah memperkuat karakter generasi muda melalui perpaduan nilai kepramukaan, kepesantrenan, kebangsaan dan kepedulian terhadap lingkungan, rencananya penutupan PPSN akan dilaksanakan pada Senin (5/10).////////

iklan warung gazebo