4.524 Pramuka Santri Datangi An-Nur II Malang, PPSN VI Tekankan Antikekerasan dan Peduli Lingkungan

by -87 Views
Wartawan: Ahmad Suseno
Editor: Herry W. Sulaksono
Suasana pembukaan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI di Pondok Pesantren An Nur II Bululawang
aston banyuwangi

Malang, seblang.com – Sebanyak 4.524 pramuka santri dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di Pondok Pesantren (Ponpes) An-Nur II Al-Murtadlo, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Mereka mengikuti Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026 yang berlangsung 30 September hingga 6 Oktober 2026.

PPSN VI tidak sekadar menjadi ajang perkemahan nasional. Kegiatan yang dipusatkan di lingkungan pesantren tersebut membawa pesan kuat tentang pembentukan karakter santri, kecintaan terhadap bangsa, pencegahan kekerasan dan perundungan, sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.


Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) RI, Basnang Said, saat membuka PPSN VI melalui Upacara Bhinneka, menegaskan bahwa pramuka santri harus mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.

“Anak-anak pramuka santri adalah duta-duta antikekerasan dan antiperundungan, sekaligus duta-duta generasi santri peduli lingkungan hidup,” tegas Basnang, Minggu (4/10/2026).

Menurut Basnang, nilai yang dibangun dalam gerakan kepramukaan memiliki irisan kuat dengan pendidikan pesantren. Keduanya sama-sama menempatkan ketakwaan, kedisiplinan, tanggung jawab dan kecintaan terhadap alam sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter.

“Nilai-nilai Dasadarma Pramuka satu napas dengan nilai-nilai kepesantrenan. Keduanya sama-sama mengajarkan ketakwaan, cinta alam, kedisiplinan, dan tanggung jawab,” ujarnya.

Selama sepekan, peserta laki-laki dan perempuan menempati kawasan perkemahan yang berbeda. Selain agenda kepramukaan, PPSN VI juga diramaikan pameran serta bazar UMKM yang menghadirkan berbagai produk masyarakat.

Ketua Panitia PPSN VI 2026, Endi Suhendi, menegaskan bahwa substansi kegiatan jauh lebih besar dibanding sekadar aktivitas berkemah.

“PPSN bukan sekadar perkemahan. Di sini, santri ditempa untuk mencintai bangsa dan negaranya, sekaligus dibangun kesadarannya untuk menjaga alam sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai agama,” kata Endi.

Dipilihnya Ponpes An-Nur II sebagai lokasi PPSN VI juga melalui proses panjang. Sebelum ditetapkan sebagai tuan rumah, sejumlah daerah di Jawa Timur sempat menjadi alternatif lokasi pelaksanaan kegiatan nasional tersebut.

Majelis Keluarga Pengasuh Ponpes An-Nur II Al-Murtadlo sekaligus Sekretaris Yayasan Pendidikan Pesantren An-Nur, Drs. H. Khairuddin Din, AKMSI, MM, mengatakan penetapan An-Nur II dilakukan setelah panitia pusat Kemenag berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

iklan warung gazebo