Puluhan Rumah di Banyuwangi Rusak Diterjang Angin Kencang, Pemkab Langsung Turun Tangan

by -9 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono

Banyuwangi, seblang.com — Hujan deras disertai angin kencang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (7/2/2026) sore. Akibatnya, puluhan rumah warga mengalami kerusakan dengan kategori ringan hingga berat.

Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, sedikitnya 52 rumah terdampak. Kerusakan terbanyak terjadi di Kecamatan Sempu, dengan rincian 49 kepala keluarga dan enam kandang ayam di tiga desa, yakni Karangsari, Temuguruh, dan Temuasri, mengalami kerusakan.

Selain itu, tiga rumah lainnya dilaporkan rusak di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar.

Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi, Partana, menjelaskan bahwa kerusakan terparah terjadi di Desa Tembokrejo.
“Di Tembokrejo, atap rumah habis disapu angin. Sementara di Temuguruh terdapat dua rumah yang bagian dapurnya ambruk,” ujar Partana, Minggu (8/2/2026).

Ia menambahkan, secara umum kerusakan didominasi pada bagian atap rumah.
“Kerusakan bervariasi dari ringan hingga berat, namun mayoritas tergolong rusak ringan,” katanya.

Bencana hidrometeorologi tersebut juga berdampak pada jaringan listrik. Sebanyak sembilan rumah di Tembokrejo sempat mengalami pemadaman akibat kabel listrik terputus. Namun, kondisi itu telah ditangani oleh PLN setelah menerima laporan dari BPBD.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Sesuai instruksi Bupati Banyuwangi, BPBD bersama relawan serta unsur TNI-Polri langsung bergerak sejak hari kejadian untuk membantu warga terdampak dan memastikan kebutuhan dasar terpenuhi.

“Sabtu malam kami telah menyalurkan bantuan tahap awal berupa bahan pangan dan terpal. Hari ini kami melanjutkan pendataan untuk bantuan tahap kedua, seperti selimut, kasur lipat, matras, termasuk paket balita apabila diperlukan,” jelas Partana.

Selain itu, BPBD juga tengah menginventarisasi kebutuhan material untuk perbaikan rumah, seperti asbes dan kayu.
“Tim masih melakukan asesmen sambil mendampingi warga. Pembersihan puing dilakukan bersama camat, kepala desa, relawan, serta TNI-Polri,” tandasnya. (*)

iklan warung gazebo