Banyuwangi Tawarkan Sensasi dan Pengalaman Berbeda Momen Liburan Lebaran Dengan Adat Ritual Adat Tradisional Simak Jadwalnya!

by -66 Views
Writer: Nurhadi
Editor: Herry W. Sulaksono
iklan aston

Banyuwangi, seblang.com – Banyuwangi yang dikenal sebagai serpihan tanah surga di Pulau menawarkan sensasi dan pengalaman liburan Lebaran yang berbeda dengan gelaran Ritual Adat Tradisional.

Libur Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran selalu menjadi momen istimewa untuk berkumpul bersama keluarga, utamanya bagi umat Islam. Selain bersilaturahmi, banyak masyarakat yang memanfaatkan kesempatan ini untuk berlibur dan berwisata.



Banyuwangi menjadi salah satu tujuan destinasi favorit yang menawarkan beragam pilihan wisata, mulai dari keindahan alam, pantai gunung dan hutan, kuliner, hingga seni dan budaya.

Khusus pada momen Lebaran, berbagai atraksi seni dan budaya yang dibalut dengan Banyuwangi Traditional Ritual, memberikan akan pengalaman berkesan bagi wisatawan yang berkunjung. Berikut beberapa atraksi ritual dan tradisi yang dapat dinikmati selama libur Lebaran di Banyuwangi:

1. Barong Ider Bumi

Tradisi ini merupakan ritual adat bersih desa dan tolak bala yang dilakukan oleh masyarakat Suku Osing di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah. Ritual ini sudah ada sejak tahun 1800-an dan digelar setiap 2 Syawal atau hari kedua Idul Fitri.

Pada tahun ini, jatuh pada 1 April 2025. Dalam tradisi ini, warga mengarak Barong keliling desa sambil melantunkan tembang macapat yang berisi doa. Ritual diakhiri dengan selamatan yang menyajikan menu Pecel Pitik, makanan tradisional khas Suku Osing.

2. Seblang Olehsari

Seblang Olehsari adalah ritual kuno yang berfungsi sebagai ritual tolak bala di Desa Olehsari, Kecamatan Glagah. Penari dalam ritual ini merupakan seorang gadis yang terpilih dan memiliki garis keturunan penari Seblang yang dipilih secara spiritual.

Dalam balutan nuansa magis yang kental, sang penari akan menari dalam keadaan trance selama tujuh hari tujuh malam. Ritual ini biasanya berlangsung pada minggu pertama bulan Syawal yang berlokasi di Balai Adat Olehsari. Tahun ini, Ritual Seblang akan diselenggarakan pada 4-10 April 2025.

3. Boyolangu Culture Festival (Puter Kayun)

Boyolangu Culture Festival adalah beberapa rangkaian dari Puter Kayun yang merupakan tradisi warga Boyolangu, Kecamatan Giri, yang digelar pada hari ke-7-10 bulan Syawal. Mulai dari Selamatan Kopat, Seni Budaya, Kebo-Keboan hingga Puter Kayun akan meramaikan Boyolangu Culture Festival.

Tradisi Puter Kayun merupakan bentuk penghormatan kepada para leluhur yang telah berjasa membuka jalan di kawasan utara Banyuwangi yakni di sekitar pantai Watudodol. Warga melakukan napak tilas dari Kelurahan Boyolangu menuju pantai Watudodol.

Menurut Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, momen libur Lebaran tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga kesempatan untuk meningkatkan perekonomian daerah melalui sektor pariwisata.

“Libur Lebaran menjadi momentum penggerak perekonomian. Selain bersilaturahmi, tentunya para pemudik juga ingin berwisata dengan keluarga. Kegiatan Banyuwangi Traditional Ritual juga bisa disaksikan, selain destinasi wisata yang bisa dikunjungi,” ujar Ipuk pada Sabtu (29/4/2025).

Dengan berbagai atraksi budaya yang unik dan destinasi wisata yang menarik, Banyuwangi menjadi pilihan tepat bagi wisatawan yang ingin merayakan Lebaran dengan sensasi dan pengalaman yang berbeda.

iklan warung gazebo