Akhir Pekan Ini, Parade Kostum Etnik Kontemporer Banyuwangi Ethno Carnival Digelar

by -115 Views
Girl in a jacket

Banyuwangi, seblang.com – Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), sebuah parade busana kolosal etnik kontemporer, kembali hadir akhir pekan ini, Sabtu, 13 Juli 2024. BEC, yang masuk dalam agenda Karisma Event Nasional, merupakan salah satu acara yang selalu ramai dikunjungi ribuan orang setiap tahunnya.

Ratusan talent akan menampilkan keunikan desa-desa di Banyuwangi dalam rancangan kostum etnik nan modern, sebuah ciri khas BEC.

iklan aston

BEC memiliki kekuatan untuk mengangkat tema dari dalam Banyuwangi sendiri, mengingat kayanya seni tradisi dan budaya yang melingkupi daerah ini. Tema tahun ini, “Ndaru Deso” Revival of Village, menggambarkan kebangkitan desa-desa di Banyuwangi dengan segala potensinya untuk memajukan daerah. Busana yang ditampilkan memvisualisasikan kekuatan dan kekhasan masing-masing desa dalam busana tematik.

“Kita memiliki 189 desa, dan desa-desa inilah yang menjadi ujung tombak Banyuwangi. Setiap desa memiliki keunggulan dan keunikan masing-masing yang saling melengkapi untuk kemajuan Banyuwangi. Karena itu pada BEC kali ini kami mengangkat tema ‘Ndaru Deso’ Revival of Village, menggambarkan bagaimana semangatnya desa-desa untuk memajukan Banyuwangi, Bumi Blambangan tercinta,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Rabu (10/7/2024).

Dalam parade tersebut akan ditampilkan busana-busana tematik, seperti Desa Tamansari Kecamatan Licin yang memvisualisasikan destinasi wisata alam unggulannya Sendang Seruni, Desa Aliyan yang memvisualisasikan budaya khas lokalnya Kebo-Keboan, dan Desa Kedungrejo Kecamatan Muncar yang memvisualisasikan potensi maritim sebagai sumber mata pencaharian warga setempat.

“BEC adalah bagian dari cara Banyuwangi menjaga warisan tersebut, namun kita kemas dengan cara kekinian. Selain itu, BEC tidak sekadar tontonan dan hiburan semata. Ini menjadi panggung bagi talenta-talenta Banyuwangi untuk merawat budaya yang kita miliki dan memperkenalkannya kepada dunia,” jelas Ipuk.

“Kami juga melibatkan talent-talent yang ada di desa. Ini adalah bagian dari bagaimana kami melibatkan desa dalam setiap event yang kami gelar, pemberdayaan warga desa,” tambah Ipuk.

BEC 2024 merupakan rangkaian kegiatan yang berlangsung selama lima hari, 10-14 Juli 2024. Pada 10 Juli, acara akan diawali dengan Creative Expo yang diikuti oleh puluhan UMKM di Lorong Bambu area Taman Blambangan. Selanjutnya, pada 10-12 Juli akan digelar Srawung Seni di Gesibu Blambangan, menampilkan kabupaten/kota sahabat yang turut menampilkan seni dan tradisinya di Banyuwangi sebagai bentuk dukungan kepada BEC.

Puncak karnaval BEC akan digelar pada 13 Juli. Ratusan talent, perwakilan dari desa-desa, akan memvisualisasikan keunggulan desa dalam rancangan busana menarik. Mereka akan menampilkan busana yang merepresentasikan keindahan alam Banyuwangi, warisan budaya, destinasi atau atraksi wisata, ekonomi kreatif, kuliner, hingga inovasi teknologi.

“Karnaval BEC akan berlangsung di sekitar area Taman Blambangan. Rute BEC tahun ini sepanjang 2,5 kilometer, dengan start dari Jalan Wahidin Sudiro Husodo menuju Kawasan Simpang Lima dan finish di depan Kantor Bupati Banyuwangi,” kata Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Taufik Rohman.

Rangkaian BEC 2024 akan ditutup dengan BEC Awards yang digelar pada Minggu, 14 Juli 2024. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.