Sejumlah Model Lokal di Jember Diduga Jadi Korban Fotografer Cabul

by -1248 Views
Girl in a jacket

Jember, seblang.com – Sejumlah model lokal di Jember mendatangi Mapolres setempat untuk melaporkan seorang fotografer, yang diduga melakukan tindak pelecehan seksual, Rabu (22/5/2024).

Para model tersebut mendapat perlakukan tak senonoh dari seorang fotografer berinisial AP (25), warga Desa Balung Kulon, Jember.

--

Sementara itu, untuk para korban berinisial RR (19) asal Banyuwangi, dan M (23) berasal dari Tuban. Kemudian R (20) dari Kecamatan Jenggawah, dan AY (20) asal Kecamatan Balung.

Saat dikonfirmasi di sela pelaporannya, salah satu korban berinisial AY (20), mengaku modus pelaku berawal dari menawari para korban untuk mau dipotret sebagai foto model.

“Awal mulanya dia (terduga pelaku) mengirim pesan lewat DM (Direct Message) di akun sosmed Instagram. Kemudian dia chat dan tanya-tanya. Kira-kira mau gak jadi model foto untuk kemudian dipasang di feed Instagramnya. Setelah itu dia minta kita untuk membawa satu buah dress hitam. Kemudian dia basa basi di DM, lalu dia minta nomer Whatsapp,” ucap AY.

Kemudian setelah kita kasih nomer WA kita, pelaku ini menyuruh beberapa korban untuk datang ke lokasi studio fotonya. Tapi ternyata di sana, gak sesuai dengan ekspektasi. Kami para korban di sana itu malah mendapat perlakuan tidak senonoh,” sambungnya menjelaskan.

Namun demikian setelah berada di lokasi studio milik terduga pelaku, kata AY, situasinya tampak sepi.

“Studionya sepi, tapi ya kadang hanya berdua dengan model lain. Tapi semisal kondisi studio rame, kita difotonya paling belakang sendiri gitu,” ujarnya.

Sehingga, tindakan tak senonoh yang dilakukan terduga pelaku tersebut berlangsung aman. Serta memanfaatkan kelengahan korban saat berpose sebelum di potret oleh terduga pelaku.

“Beberapa korban itu sempat dilecehkan, dipegang payudaranya, vaginanya. Bahkan ada juga yang dipaksa melakukan hal -hal seperti itu (tindak pelecehan seksual lain),” ungkapnya.

Lebih lanjut AY menyampaikan, tidak dugaan pelecehan seksual itu berlangsung sejak tahun 2020.

“Untuk korbannya mungkin di luaran kurang lebih 30 orang. Kemudian kami para korban ini saling berkomunikasi dan memberanikan diri untuk speak up di tahun ini. Kalau kejadiannya, diketahui mulai tahun 2020 lalu,” kata AY.

“Tapi saat ini ada sekitar 6-7 orang yang melaporkan. Korban rata -rata mahasiswa, diminta untuk membawa dress hitam, dan harus (tampil) seksi gitu. Bahkan ada yang berhijab, malah disuruh lepas. Mereka mau melakukannya, karena (juga) ada unsur pengancaman, ada unsur kekerasan juga,” ulasnya.

Terpisah, Pawasidik Satreskrim Polres Jember Iptu Naufal Muttaqin menyampaikan, pihkanya telah menerima laporan bahwa ada beberapa korban yang diduga mengalami pelecehan seksual.

“Benar sejumlah korban sudah membuat laporan ke Polres Jember. Namun masih pada tahap menerima laporan. Masih proses pemeriksaan terhadap para saksi korban. Lebih lanjut akan kami sampaikan,” singkatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.