Ini Alasan Arifin Sebut Tidak Ada Kader PPP yang Daftar Pilkada Situbondo

by -3176 Views
Arifin Sekretaris DPC PPP Situbondo (tengah)
Girl in a jacket

Situbondo, seblang.com – Pernyataan Sekretaris DPC PPP Situbondo Arifin yang menyebutkan tidak ada kader partai yang mendaftar sebagai bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Situbondo, menuai reaksi tajam dari Nyi Khoirani.

Pernyataan ini viral setelah direspons oleh Nyi Khoirani Wakil Bupati Situbondo petahana melalui akun TikTok resminya, @Khoirani.official, yang menyatakan bahwa dirinya adalah kader militan PPP.

--

Dalam videonya, Nyi Khoirani mengungkapkan keterkejutannya terhadap pernyataan Arifin. “Saya Hj. Khoirani S.Pd., M.A. sebagai Kader militan berlambang Ka’bah, sangat terkejut dengan pernyataan sekretaris DPC PPP Kabupaten Situbondo saudara Arifin yang menyatakan bahwa tidak ada kader PPP yang mendaftar sebagai bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Situbondo,” ujarnya.

Nyi Khoirani menegaskan bahwa ia telah mendaftar sebagai bakal calon Bupati bersama Bung Karna pada 11 Mei 2024, disaksikan oleh ratusan warga Situbondo. Dia juga mengungkapkan kontribusinya terhadap PPP selama ini, termasuk ketika menjabat sebagai anggota fraksi PPP di DPRD Kabupaten Situbondo.

“Yang membuat hati saya terenyuh adalah kiprah saya selama ini sebagai kader PPP yang pernah menjadi anggota fraksi PPP DPRD Kabupaten Situbondo, dan berjuang bersama Al-Maufulah KH. Raden Fawaid As’ad untuk membesarkan partai dan berkhidmat kepada masyarakat seolah olah  tidak ada artinya. Namun demikian saya tetap mengimbau kepada seluruh Kader dan simpatisan PPP untuk tetap menjaga solidaritas partai karena bagi saya keutuhan dan kebesaran partai adalah segala-galanya,” tutupnya.

Menanggapi video tersebut, Arifin menyampaikan dengan lantang bahwa kader yang dimaksud adalah mereka yang benar-benar militan dan aktif berkomunikasi serta berkontribusi kepada partai.

“Sejak dilantik menjadi Wakil Bupati, Nyi Khoirani tidak pernah berkomunikasi dengan kami di DPC PPP Situbondo. Nyi Khoirani terlalu nyaman duduk di singgasananya sehingga lupa untuk berkomunikasi dengan kami sebagai induk partainya,” ujarnya, Jumat (18/5/2024).

“Padahal pada tahun 2020 lalu, kami memberangkatkan Calon Wakil Bupati adalah Nyi Khoirani. Teman-teman struktur kader PPP berjuang mati matian untuk membela dan memenangkannya, dengan harapan bagaimana Nyi Khoirani betul-betul menjadi jembatan dan pegangan Partai PPP Situbondo,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Arifin juga menyoroti bahwa Nyi Khoirani lebih sering terlihat bersama partai lain tanpa komunikasi dengan PPP. Hal inilah yang membuat Arifin meragukan loyalitas Nyi Khoirani kepada partai. “Sekarang mau nyalon lagi, sementara kepada partai tidak ada komunikasi sama sekali. Kemudian Nyi Khoirani itu juga tidak pernah main ke Kantor DPC PPP Situbondo dan menanyakan bagaimana kabar keadaan partai sebagai induk organisasinya yang sudah memberangkatkannya menjadi Wakil Bupati Situbondo,” ucapnya.

Arifin menambahkan bahwa untuk membesarkan partai dan membangun Situbondo, diperlukan sinergi dan komunikasi yang baik dengan partai. “Kita butuh itu, tidak hanya punya wakil bupati tetapi tidak bisa ngapa-ngapain,” ujarnya.

Bahkan, kata Arifin, yang paling menyakitkan ketika Nyi Khoirani terkesan tidak bangga dengan almamater PPP-nya. “Beliau datang ke kantor kami mendaftar Calon Wakil Bupati Situbondo 2024  memakai seragam berwarna yang identik partai lain dengan perpaduan tidak jelas. Jadi Nyi Khoirani bangga disitu. Lalu kemudian bagaimana kami bisa menerjemahkan beliau sebagai Kader militan? Sampai hari ini pun tidak ngapa-ngapain dengan partai yang menaunginya, bagaimana dia bisa membesarkan partai PPP?,” katanya.

Arifin juga menyesalkan Nyi Khoirani membawa nama Raden KH Raden Fawaid As’ad Syamsul Arifin. Pasalnya, pada saat acara haul, Wakil Bupati Situbondo tersebut tidak datang.

“Jangan bawa-bawa nama Raden KH Raden Fawaid As’ad Syamsul Arifin. Beliau itu gentle, jika misalnya ada sesuatu, KHR Fawaid mendahulukan Tabayyun. Kalau Nyi Khoirani kan gak, tidak ada Tabayyun dan komunikasi putus,” kesalnya.

“Bahkan ketika ada acara Haul KHR Fawaid (8/2/2024) lalu. Saat itu kita sangat butuh support, namun Nyi Khoirani tidak merespons dan tidak datang. Tanya kabarnya partai saja belum pernah, apalagi pesan WhatsApp dari Ibu Ketua DPC PPP Situbondo sejak tanggal 8 sampai sekarang, mungkin juga belum dibuka. Apakah itu yang dinamakan kader Militan?,” pungkasnya. (//////)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.