Diaspora Banyuwangi Berkumpul, Siap Pasarkan Wisata Blambangan ke Pentas Dunia

by -1592 Views
Girl in a jacket

Banyuwangi, Seblang.com – Diaspora Banyuwangi dari berbagai kota di Indonesia dan sejumlah negara berkumpul di Pendopo Shaba Swagata Blambangan, Banyuwangi, pada Sabtu (13/4/2024). Acara tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi itu berlangsung meriah dan seru.

Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, dan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Abdullah Azwar Anas. Hadir juga Menteri Pariwisata RI 2014-2019, Arief Yahya, serta sejumlah Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) dari berbagai kota dan negara.

Pertemuan yang dimeriahkan dengan pertunjukan budaya khas Bumi Blambangan ini menggalang semangat bersama untuk mengembangkan daerah kelahiran, termasuk aktif dalam memasarkan potensi wisata Banyuwangi, baik wisata budaya, alam, maupun sport tourism.

“Saya rasa, promosi wisata Banyuwangi harus ditingkatkan ke tingkat internasional. Saat ini, saya melihat promosi sudah sangat baik di tingkat nasional,” ujar Widi, salah satu diaspora Banyuwangi yang aktif di Perth, Australia.

Widi, yang bekerja sebagai event organizer, sering menampilkan budaya asli Banyuwangi di Australia. Menurutnya, pertunjukan ini disambut hangat oleh warga Australia.

“Kami sering menampilkan tarian dan lagu-lagu Banyuwangi, termasuk Banyuwangi Ethno Carnival. Penonton di sini sangat menikmatinya,” katanya.

Pendapat Widi didukung oleh Arief Yahya. Wisata di Banyuwangi harus terus didorong ke level global. Pengembangan pariwisata dapat mendorong sektor-sektor lain.

“Aktivitas pariwisata dapat memicu perdagangan dan investasi. Jika ini terjadi, akan menciptakan kesejahteraan,” tambahnya.

Arief mengambil contoh Bali. Dengan pertumbuhan pariwisata di pulau dewata, terjadi peningkatan perdagangan dan investasi yang meluas. Meskipun Bali tidak memproduksi banyak komoditas dagang sendiri, banyak suplai yang berasal dari luar daerah.

“Ini dapat meningkatkan pendapatan per kapita penduduk. Pariwisata adalah hubungan antarmanusia,” lanjutnya.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mendukung gagasan diaspora untuk mengembangkan potensi wisata Banyuwangi secara global. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah berusaha keras untuk bersaing di kancah internasional.

“Banyuwangi telah diakui sebagai UNESCO Global Geopark (UGG). Ini memberikan pengakuan dunia terhadap Banyuwangi,” jelas Ipuk.

Penghargaan arsitektur Aga Khan Award untuk Bandara Internasional Banyuwangi juga baru-baru ini diterima, memberikan modal yang penting untuk mempromosikan wisata Banyuwangi ke dunia.

Ipuk juga menyampaikan kemajuan pariwisata sejalan dengan kesejahteraan masyarakat. PDRB Banyuwangi pada tahun 2023 mencapai 101,29 Triliun Rupiah, meningkatkan pendapatan per kapita menjadi Rp 58,08 juta per tahun.

“Kami mengundang seluruh Ikawangi di dunia untuk menjadi duta Banyuwangi dalam memasarkan potensi daerah ini. Jika bukan kita, siapa lagi,” pungkasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.