Jember Jadi Salah Satu Nama Defile, Begini Penjelasan Presiden JFC 2024

by -2660 Views
Salah satu atraksi yang akan ditampilkan dalam JFC mendatang
Girl in a jacket

Jember, seblang.com – Even Jember Fashion Carnaval (JFC) 2024 yang akan digelar pada 2-4 Agustus mendatang. Mengusung tema besar Algorithm – Beyond Binary of Our Story.

Dengan menampilkan 10 Defile terbaik, yakni Wayang, Chess, Versailles, Media, Betta Fish, Climate Change, Zodiac, Fairy, Jember, dan Rio.

Dalam launching tema JFC 2024, Presiden JFC Budi Setiawan menyampaikan, untuk makna dari tema besar Algorithm-Beyond Binary of Our Story itu, artinya keterhubungan multi komponen, yang dilewati selama perjalanan JFC sejak awal berdiri 2003 lalu hingga saat ini.

“Malam hari ini adalah salah satu titik didalam perjalanan yang akan kita lakukan ke depan, yaitu launching JFC 2024. Kenapa ini kami sampaikan salah satu titik saja, karena kita akan segera bersama-sama menata untuk hal yang lebih baik. Membawa Jember tidak lagi semata menyelenggrakan JFC selama setahun sekali. Tetapi juga Jember menjadi cultural tourism city, dengan episentrumnya JFC,” ucap Budi Setiawan saat melaunching JFC 2024, Sabtu (23/3/2024) malam.

Pihaknya berharap, ke depannya Kabupaten Jember bisa menjadi jujukan semua orang untuk tampil berkarya di mata dunia.

“Kita mengikhtiarkan apa yang akan kita bangun ke depan ini, untuk menjadikan Jember sebagai sosok kota yang kelak akan diinginkan orang untuk hadir. Berinvestasi di Jember, dan diinginkan siapa saja untuk bisa tampil berkarya di kota Jember,” ungkapnya.

“Tentunya Jember juga menjadi cultural tourism city, dengan episentrumnya JFC. Sehingga akan lebih banyak lagi kebermanfaatan bagi kita semua. Serta karya-karya yang telah lahir dari Jember untuk indonesia dan dunia,” sambungnya.

Kemudian, kata Presiden JFC, untuk tahun ini para peserta diwajibkan menggunakan bahan-bahan recycle (daur ulang,red) minimal 30 persen.

“Alasan dipilihknya kostum recycle itu, karena Jember ini bagian dari kepedulian terhadap claim change. Jember ini punya hutan lindung, di Bandealit. Jember adalah penghasil karbon. Ini adalah peran Jember untuk memberikan oksigen dan paru-paru bagi Jawa Timur dan Indoensia. Nah JFC  juga sebagai part dari Jember, juga punya kepedulian terhadap konsen dilingkungan,” ujarnya.

Ditanya soal salah satu nama Defile, kenapa dinamakan Jember?

“Defile Jember ini, sudah waktunya. Perjalanan selama 20 tahun lebih JFC berkarya, tema alrgoritma ini sudah waktu untuk mengantar kita menjadikan nama Jember sendiri menjadi nama Defile di JFC. Ini tititk awal bagi kita untuk Jember to Indonesian dan Jember to the world,” jelasnya.

Terpisah, Bupati Jember Hendy Siswanto mengapresiasi dengan adanya even JFC tersebut.

“Tentunya Pemkab Jember akan mensupport kembali secara konkrit untuk menjadikan JFC mendunia,” ucap Hendy.

Hendy juga menambahkan, kegiatan budaya dan seni, memberikan manfaat bagi Kabupaten Jember. Tentunya juga ekonomi kreatif. Hal ini bisa memberikan manfaat dan mengangkat perekonomian di Jember.

“Tiga tahun kami memimpin Jember, bersama Pak Wabup. Ini yang sangat dirasakan, manfaat industri kreatif dan juga dampak multi player effect dalam gelaran JFC,” tutupnya.///////

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.