Akar Desa Indonesia Menggelar Webinar Nasional : Peranan dan Tantangan Pemuda Dalam Pembangunan Desa Menyongsong Indonesia Emas 2045

by -443 Views
iklan aston

Banyuwangi, seblang.com – Dalam mengisi Gebyar Bulan Kemerdekaan RI ke 76   Akar Desa Indonesia menggelar Webinar Nasional dengan mengusung Tema “Peranan dan Tantangan Pemuda dalam pembangunan Desa Menyongsong Indonesia Emas 2045”. Acara tersebut dilaksanakan secara virtual melalui platform zoom meeting Selasa, 31 Oktober 2021.

Dalam Webinar Nasional tersebut panitia menghadirkan narasumber dari berbagai lintas sektor dengan Keynote speaker Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah.



Gubernur asal PDI Perjuangan antara lain sempat membuat kaget seluruh peserta dengan mengajukan pertanyataan “Ayo semuanya buka chat roomnya dan jawab pertanyaan saya, siapa yang siap  tinggal di desa ?” katanya.

Secara serentak seluruh peserta membalas semuanya menyatakan siap . Dan Ganjar pun langsung menegaskan “Awas kalau tinggal di kota, sudah dicatat sama malaikat semua yang ngetik siap”. Dalam layar on cam terlihat semua yang hadir tersenyum.

Selanjutnya Ganjar Pranowo menuturkan generasi muda sekarang harus mulai memberikan peranan aktif dan hadir disetiap masalah kecil oleh masyarakat desa. Dia mencontohkan kalau di Jawa tengah, para pegawai Pemprov diminta untuk membeli kepada para pedagang di pasar seperti cabai. “Jadi kalau mau berbuat untuk masyarakat ya beli saja dagangan masyarakat. Jangan yang tinggi-tinggi deh, dikit-dikit mengkritik ini itu,” tegas Ganjar setengah bercanda.

Gubernur berambut putih itu juga menyampaikan kepada Dewan Penasehat Akar Desa Indonesia mengenai kemandiriian desa di sektor energi. Pemuda desa saat ini harus mengambil 3 (tiga) peran, yaitu; sebagai penggerak pembangunan desa, pendamping desa dan pelopor kemandirian desa. Dia yakin dan optimis semua desa di Indonesia tidak akan kekurangan peranan anak mudanya.

Rifqi Nuril Huda, yang akrab disapa Kiki, Ketua Umum Akar Desa Indonesia dalam sambutan pembukaan Webinar Nasional antara lain mengungkapkan bahwa semua pihak harus benar-benar menyiapkan diri utamanya para pemuda desa dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Menurut Kiki momentum menuju Indonesia Emas 2045 yang sangat mulia, semua elemen harus bersinergi,  berkolaborasi secara aktif  dan saling bergotong royong dalam mewujudkan pemuda yang memiliki berkarakter kuat, berbudaya, mandiri dan berkualitas. Apalagi hampir 80 persen wilayah Indonesia berbasis pedesaan dan di tempat itulah lahir tumbuh dan berkembangnya pemuda desa.

“Saya teringat pesan Bung Hatta, “Indonesia tidak akan bercahaya hanya karena obor besar yang ada di Jakarta, tetapi Indonesia akan bercahaya apabila lilin-lilin di desa-desa  dihidupkan. Desa harus menjadi tolak ukur kemajuan bangsa dan negara  karena desa adalah Wajah Indonesia,”tegas Kiki.

Dalam acara Webinar Nasional tersebut hadir narasumber dan tokoh pemuda yang bergerak di bidangnya masing-masing, antara lain; Dyah Roro Esty Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Golongan Karya, Adnan Purichta Ihsan,  Bupati Gowa sekaligus Sekretaris Jendral (Sekjend) Asosisasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), Dr. Dwinita Larasati, Deputi Strategis Indonesia Creative Cities Network (ICCN) atau Jejaring Kota/Kabupaten Kreatif Indonesia adalah simpul organisasi yang berkomitmen untuk mewujudkan 10 Prinsip Kota Kreatif,  Faruq Ibnul Hadi Koordinator Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia (PPID), Ageng Dendy, Sekretaris Jendral DPP GMNI dan RME Tjokrosantoso Founder Gerakan Revolusi Pemuda (GARUDA). (nur/hei)

iklan warung gazebo