PT Sagraha Satya Sawahita Dipercaya Tangani Limbah B3 Klaster Ponpes di Banyuwangi

by -501 Views
Penanganan limbah B3 di klaster Ponpes
Girl in a jacket

Banyuwangi, seblang.com – PT. Sagraha Satya Sawahita dipercaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi untuk menangani limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun), selama masa karantina di klaster pondok pesantren di Banyuwangi.

Pasalnya, ancaman penyebaran virus Corona (Covid-19) tidak hanya berasal dari kontak antarmanusia, tetapi juga dari limbah medis bekas penanganan pasien terpapar.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi, Husnul Khotimah mengatakan, penanganan sampah dan limbah B3 yang dihasilkan selama masa karantina, harus ditangani secara khusus untuk menghindari penyebaran virus.

“DLH mendapatkan tugas untuk menangani sampah dan limbah infeksius yang dihasilkan selama karantina, baik dari para santri di dalam ponpes, aktivitas tenaga kesehatan, hingga para relawan di dapur umum,” ujar Husnul.

Khusus untuk penanganan limbah B3, DLH Banyuwangi mempercayakan PT. Sagraha Satya Sawahita untuk menanganinya, karena memiliki sertifikasi untuk pengelolaan limbah B3 dari Kementerian Kesehatan.

“Kami mengandeng pihak ketiga karena Banyuwangi belum memiliki alat incinerator (mesin pembakar sampah) 800 derajat untuk mengelola limbah B3. Limbah B3 sendiri wajib diolah dengan alat tersebut untuk menghindari adanya penyebaran penyakit maupun unsur berbahaya dari limbah tersebut,” terangnya.

Kabid B3 DLH Banyuwangi, Bibit Suwiji menambahkan, limbah B3 yang dihasilkan selama karantina di klaster Ponpes tersebut antara lain limbah yang berasal dari hasil aktivitas tenaga medis. “Contohnya masker, APD, sarung tangan dan sebagainya,” kata Bibit.

Selain itu, lanjut Bibit, limbah yang dihasilkan oleh aktivitas santri juga termasuk dikategorikan dalam limbah B3.

“Contohnya boks makanan konsumsi para santri dan sisa makanan yang ada di dalamnya. Kami kategorikan sebagai limbah infeksius,” terangnya.

Semua limbah B3 yang dihasilkan aktivitas medis maupun aktivitas santri di klaster Ponpes tersebut harus dibakar dengan alat incinerator untuk mencegah penyebaran virus.

“Karena, misalnya kalau bungkus boks sisa makanan santri yang terpapar dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA), kemudian dibongkar pemulung itu malah berbahaya. Sehingga diamankannya di incinerator untuk dibakar,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Operasional PT. Sagraha Satya Sawahita, Pucca Hezkya mengatakan, dalam penanganan limbah B3 di klaster Ponpes, pihaknya mengikuti aturan dari Surat Edaran No. SE.2/MENLHK/PSLB3/PLB.3/3/2020 Tentang Pengelolaan Limbah Infeksiksius (Limbah B3) dan Sampah Rumah Tangga dari Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) yang dikeluarkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Jadi limbah infeksius yang berasal dari aktivitas tenaga medis dan aktivitas santri yang terpapar, Kita kelola dengan menerapkan protokol khusus untuk menghindari penyebaran virus,” kata Pucca.

“Petugasnya pun kita lengkapi dengan pakaian APD lengkap,” sambungnya.

Dalam penangananya, lanjut Pucca, limbah infeksius yang berasal dari aktivitas medis maupun aktivitas santri klaster Ponpes tersebut, terlebih dahulu harus didisinfeksi sebelum keluar. Selanjutnya dimasukkan ke plastik sampah dan diikat. Kemudian kembali disemprotkan disinfeksi sebelum dibawa pengangkut sampah.

“Jadi diamankan sebelum nanti langsung dimasukkan ke incinerator untuk dibakar dengan suhu 800 derajat, guna menghindari adanya penyebaran penyakit maupun unsur berbahaya dari limbah tersebut,” terangnya.

Pucca menambahkan, PT. Sagraha Satya Sawahita yang berkantor di jalan Yos Sudarso, Kelurahan Klatak, Kalipuro, dipercaya untuk mengelola limbah B3 karena telah bersertifikasi untuk pengelolaan limbah B3 dari Kementrian Kesehatan.

“Kami juga telah bekerja sama dengan rumah sakit daerah dan swasta ataupun klinik di Banyuwangi maupun di luar Banyuwangi, karena sertifikasi dan kompetensi kami untuk mengelola limbah B3,” pungkasnya. (guh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.