Kabupaten Banyuwangi Membatalkan Semua Even Olahraga Internasional

by -168 Views
Girl in a jacket

Foto: Lomba balap sepeda ITdBI Yang Dibatalkan Pelaksanaannya Tahun Ini Salahsatu Dampak Wabah Covid 19

Banyuwangi, seblang.com – Banyuwangi menunda gelaran beberapa even olahraga internasional dalam batas waktu yang tidak ditentukan sebagai salahsatu dampak pandemi wabah Covid 19 yang sampai saat ini belum bisa dipastikan kapan waktunya berakhir tuntas.

Menurut Zen Kostolani, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Banyuwangi, agenda olahraga yang mungkin melibatkan masyarakat banyak, antara lain;  Internasional BMX, Internasional Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI), Ijen Green Run dan lain sebagainya dihentikan.

“Jadi yang intinya yang selama ini yang berhubungan dengan masyarakat luas yang akan melibatkan banyak orang sementara di cancel dan bersama dengan  petunjuk dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Banyuwangi nanti anggarannya akan dialihkan diserap untuk penanganan Covid 19,”jelasnya.

Dia menuturkan pembinaan olahraga yang dibahas dan dibicarakan sekarang yaitu olahraga yang mungkin dilakukan secara mandiri melalui media sosial.

Saat ini Dispora Banyuwangi sedang membuat program pembinaan olahraga yang memanfaatkan teknologi informasi misalnya olahraga yang memakai aplikasi zoom untuk olahraga individu di rumah, imbuhnya.

Selanjutnya dia menambahkan program kegiatan Car Free Day (CFD) untuk sementara tidak dilaksanakan sambil menunggu perkembangan lebih lanjut penanganan Covid 19 di wilayah Banyuwangi.

Dalam upaya mencegah dan menanggulangi penyebaran wabah Covid 19 di Banyuwangi, untuk sementara GOR Tawangalun  dimanfaatkan sebagai tempat transit bagi pendatang dari Kabupaten/kota lain yang melalui  kecamatan Wongsorejo maupun pendatang yang masuk lewat pelabuhan Ketapang Banyuwangi, imbuh pejabat yang low profile itu.

“Untuk sementara sambil menunggu proses administrasi di GOR digunakan untuk transit bagi warga yang masuk Banyuwangi dari arah utara. Sementara untuk isolasi kami menyiapkan ruang atlet yang ada di stadion atletik,”imbuh mantan Sekretaris DPMD Banyuwangi itu.

Untuk tempat transit di GOR Tawangalun, menurut Zen pihaknya  menyiapkan 20 (  dua puluh ) tempat tidur. Tetapi dalam kenyataan pendatang yang transit tidak pernah lebih dari sepuluh maka jumlah bed nya dikurangi.” Daripada kotor karena Standar Operasional Prosedur (SOP) nya setiap bed yang habis digunakan orang, sprei dan sarung bantal nya diambil petugas untuk dicuci dan diganti cadangannya yang baru,”jelasnya.

Demikian pula untuk lomba  surfing internasional oleh panitia besar itu sejak awal sudah ditunda. Kemungkinan bisa diadakan tahun depan.

Zen menambahkan informasi penundaan even yang akan digelar  minimal tiga bulan sebelumnya harus sudah di komunikasikan dengan berbagai pihak yang terlibat. Karena apabila panitia terlambat memberikan informasi penundaan resikonya akan menghadapi klaim dari calon peserta  yang terlanjur boking tiket pesawat,  sewa hotel dan lain sebagainya.(nur)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.