Yunus Aktivis Kontroversial  Klarifikasi Video Viralnya

by -687 Views
M. Yunus Wahyudi di aktivis kontroversial Banyuwangi
Girl in a jacket

Banyuwangi, seblang.com – Pasca-viral video seorang aktivis di Banyuwangi yang menyebut tidak ada orang di Banyuwangi yang meninggal karena Covid-19, kini Yunus Wahyudi mengklarifikasi pernyataannya tersebut.

Kepada seblang.com, aktivis kontroversial yang mengaku anti masker itu mengatakan, awalnya dia terdorong membuat video yang gegerkan warga Banyuwangi setelah melihat orang-orang memakai masker.

iklan aston

“Saya bilang aktivis anti masker bukan berarti saya mengajak orang untuk tidak memakai masker. Tetapi hanya untuk saya pribadi,” kata Yunus, Kamis (17 /9/2020).

Adapun yang mendasarinya membuat pernyataan demikian lantaran adanya video pernyataan dari Menteri Kesehatan Indonesia dan profesor dari Amerika yang menangani penyakit dalam yang mengatakan jika masker hanya diperuntukkan bagi orang sakit, bukan untuk orang yang sehat.

“Pak Menteri Kesehatan sudah ngomong (orang sehat memakai masker, Red) justru akan membuat penyakit pada diri orang yang sehat itu (jika masker tidak digunakan dengan cara yang benar, Red),” terang Yunus.

Yunus menambahkan, dalam video viral tersebut dia berbicara jika dimana mana ada Covid-19, tetapi di Banyuwangi tidak ada. Karena apa, kata Yunus, selama ini corona di Banyuwangi tidak jelas.

“Maksud tidak jelas ini, karena setelah saya bertanya ke dokter Rio (Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr Widji Lestariono) , di sana juga Bupati Anas. Dalam video saya disana, dokter Rio menjawab tidak ada orang yang meninggal karena Corona di Banyuwangi ini,” ungkapnya.

“Ketika saya ngomong berarti di Banyuwangi ini hoax, dokter Rio mengiyakan yang saat itu berada di samping Bupati,” ujarnya.

“Itu dasar saya ngomong. Saya tidak mengada-ada, karena ada rekaman saya juga ketika saya ngomong,” terangnya.

Bahkan, aktivis kontroversial ini ingin meminta masalah anggaran penanganan covid 19 yang begitu besar di Banyuwangi untuk diaudit agar tidak disalahgunakan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Kami berharap adanya audit anggaran penanganan covid 19 biar pengunaanya jelas,” ujarnya.

Sementara itu, ketika Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr Widji Lestariono dikonfirmasi seblang.com terkait hal tersebut lewat WhatsApp, dia hanya membalas dengan emoticon senyuman. (guh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.