Putus Mata Rantai Penularan, Kawasan Klaster Ponpes di Banyuwangi Dikarantina

by -312 Views
Petugas kesehatan di Ponpes Darussalam
Girl in a jacket

Banyuwangi, seblang.com – Tim kesehatan dari Kementerian Kesehatan dan Satgas Covid Banyuwangi bergerak cepat dalam penanganan klaster Covid-19 di pondok pesantren (ponpes) Darussalam, Blokagung, Banyuwangi.

Mereka duduk bersama dengan pengurus ponpes mematangkan skenario karantina kawasan pondok pesantren, guna memutus mata rantai penularan covid-19 agar tidak lebih meluas, Jumat malam (28/8) kemarin.

iklan aston

Rio, sapaan akrab dr. Widji Lestariono Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi mengatakan, dari pertemuan tersebut telah disepakati bahwa akan dilakukan karantina kawasan pondok. Pemetaan yang dilakukan saat ini untuk menentukan area-area dalam pondok yang digunakan untuk penanganan para santri.

“Tim gabungan sudah mulai terjun ke lapangan. Memetakan kawasan pondok, membuat alur keluar masuk santri, dan melakukan pengecekan sarana serta prasarana apa yang dibutuhkan oleh pondok,” kata Rio, Minggu (30/8).

Nantinya, jelas Rio, semua tidak boleh seenaknya keluar masuk pondok dan discreening ketat. Arus keluar masuk juga dibedakan. Makanan juga akan disupervisi oleh petugas khusus untuk meningkatkan daya tahan tubuh para santri.

“Semua memang harus dilakukan dengan ketat dan disiplin, karena ini bagian dari ikhtiar untuk memutus mata rantai penyebaran di sana,” kata Rio.

Di kawasan pondok juga akan dilengkapi sarana dan perasarana serta peralatan penunjang selama penanganan. Misalnya, pembukaan dapur umum selama masa karantina oleh Dinas Sosial  dan BPBD Banyuwangi, penambahan petugas kesehatan khusus yang akan berdinas di sana selama masa karantina.

“Tak ketinggalan Dinas PU Cipta Karya, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas PU Pengairan juga akan turun. Selain menambah puluhan toilet portabel di sana, juga akan memperbaiki sanitasi dan aliran air yang akan disupervisi oleh tim gabungan dari Kemenkes,” kata Rio.

Sementara itu, Bupati Anas mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan seluruh pihak untuk mempercepat penghentian penularan covid-19 di pondok pesantren.

“Pemkab bersama tim gabungan menyatakan siap berbagi peran dengan pondok untuk penanganan nya,” jelas Anas.

Anas pun kembali menegaskan komitmennya untuk membantu penanganan di pondok pesantren ini. Anas juga telah berkoordinasi dengan Ketua Satgas penanganan covid nasional dan Gubernur Jawa Timur terkait penanganan covid di ponpes.

“Terima kasih kepada Pak Menkes, Pak Doni Monardo, dan Ibu Khofifah yang terus memantau perkembangan covid-19 di pondok pesantren. Kami yakin bahwa sinergis yang baik antara pemkab, pengurus ponpes, dengan Kemenkes, TNI/Polri, KKP Probolinggo, Dinkes Jatim, dan semua elemen masyarakat yang mendukung akan bisa memutus penularan covid di ponpes dengan cepat,” pungkas Anas.

Diketahui, Ledakan kasus positif Covid-19 terjadi dari klaster pondok pesantren (ponpes) Darussalam Blokagung, Banyuwangi. Per hari Sabtu (29/8) kemarin, terkonfirmasi 340 kasus baru dari klaster tersebut. Disamping itu, ada 6 kasus  diluar klaster Ponpes.

Sehingga, total penambahan kasus positif COVID-19 di Banyuwangi mencapai 346 kasus. Dengan demikian, jumlah kumulatif kasus COVID-19 di Banyuwangi mencapai 687 kasus. (guh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.