Peternakan Ayam di Magetan Raup Omset Ratusan Juta

by -713 Views
Sarni, saat memberi pakan ayam petelur piaraannya

Selain perlakuan khusus terhadap kandang maupun hewan, pelaku peternakan juga harus memiliki rasa toleran atau tepo seliro . Hal tersebut tidak lain sebagai upaya menjaga keharmonisan dalam bersosial. Sarni beserta istri, dalam menuangkan jiwa tepo selironya, biasanya dengan cara membagikan telur yang tidak layak jual kepada tetangga secara bergilir.

“Contoh misal kalau ada telur baru gak layak jual, gak ada salahnya kita kasihkan ke tetangga. Lumayan mas bisa buat lauk anaknya, lha wong kita setiap hari juga sudah makan telur, apa ya gak bosan to mas? Hehehehhee”, candanya.

Ditempat terpisah, saat dikonfirmasi jurnalis diruang kerjanya, kepala desa Sumber Sawit, Sunyoto membenarkan bahwa peternakan ayam petelur di desanya merupakan upaya nyata warga dalam meningkatkan kesejahteraannya.

“Di Sumber Sawit ini bisa dikatakan mayoritas mas, peternakan merata hampir di semua dukuh. Kalau ditotal kurang lebih sekitar 100 peternak”, ujarnya.

Segala bentuk konflik yang terjadi terkait dengan peternakan yang ada di desa Sumber Sawit, pihak pemerintah desa mengedepankan musyawarah untuk mencari jalan keluar yang baik, hal tersebut bertujuan agar permasalahan yang terjadi bisa teratasi tanpa merugikan salah satu pihak.

“Idealnya, peternakan itu jauh dari pemukiman, tapi apa boleh buat to mas, jika ada warga yang hanya memiliki lahan mepet rumah, masak iya tidak diperbolehkan buka peternakan? Warga pengen maju kok dipersulit kan malah rancu”, katanya.

Wartawan : Anwar Wahyudi

iklan warung gazebo

iklan warung gazebo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *